Jelajah Kampung Mualaf Baduy, Komunitas PAY Bangun Perekonomian Umat Hingga Dukung Penguatan Iman Islam

gomuslim.co.id – Pecinta Anak Yatim & Doeafa Indonesia Tercinta (PAY&DOIT) menjelajahi Kampung muallaf Baduy di Kampung Cikuning Desa Tanjungwangi, Kecamatan Muncang, Lebak Banten pada Jumat hingga Ahad, (18-20/10/2019).

Ketua pelaksana #X-PAYdisi Baduy, Ardiansyah mengatakan, expedisi Pay pada kali ini adalah sebagai bentuk dakwah dan penguatan iman kepada para Muallaf Baduy. Karena menurut penggiat dakwah setempat, pasca pengucapan Syahadat, adanya peraturan suku baduy yang mengharuskan para Muallaf untuk keluar dari kampungnya.

Ketua Pelaksana X-Paydisi Baduy, Ardiansyah alias Dado

 

“Suku Baduy itu punya peraturan khusus. Bagi warganya yang ingin memiliki agama, maka diharuskan untuk keluar kampungnya,” jelas Dado sapaan Akrab Ardiansyah kepada gomuslim pada Ahad (20/10/2019) disela kegiatan XPaydisi.

Ia mengungkapkan, setelah warga muallaf baduy meninggalkan kampungnya dan memilih sebagai muallaf, tidak sedikit diantara mereka yang mengalami carut marut perekonomian dan kebimbangan keimanan.

“Mereka telah keluar dari kampungnya dan memilih menjadi seorang muallaf. Kemudian Penggiat dakwah setempat memberikan tempat dilahan Kementerian Perhutanan (sudah mendapatkan izin). Akan tetapi tempat itu hanya sedikit menjadi solusinya, perekonomian mereka masih carut marut. Mereka ingin berkebun tapi tidak memiliki modal untuk itu, hingga akhirnya banyak diantara mereka yang mengalami kelaparan,” ungkap Dado.

“Mereka sangat membutuhkan perhatian kami. Jangan sampai mereka berfikir setelah masuk islam, kehidupan mereka semakin tidak menentu. Maka itu, kami datang untuk menguatkan keimanan mereka, dan kami coba bantu kebutuhan mereka,” sambungnya.

 

Baca juga:

PAY, Komunitas yang Komitmen Membina Anak Yatim

 

Karena itu, dengan perjalanan PAY & DOIT kali ini, para dermawan yang telah menitipkan sebagian hartanya untuk memajukan perekonomian warga kampung muallaf Baduy, di realisasikan oleh Komunitas PAY.

“Alhamdulillah terkumpul sekitar 40 juta dari para dermawan. Dari nominal tersebut kami bangun dalam beberapa aspek pembangunan di kampung Muallaf ini. Diantaranya, kami berikan bibit tanaman yang biasa mereka lakukan saat Bertani dikampungnya terdahulu, kami berikan edukasi agar mereka bisa focus dalam Bertani ini. Kemudian, kami bangun rumah membaca berikut dengan buku dan Al Quran untuk anak-anak baduy, kemudian kami aktifkan kembali kamar mandi yang sudah tidak berfungsi karena tidak adanya air yang mengalir dari sumur yang berada di dekat aliran sungai di bawah hutan,” terang Dado.

Sementara itu, Jefri salah seorang warga Suku Baduy yang memutuskan menjadi muallaf merasa diperhatikan dan dikuatkan imannya dengan diberikan edukasi agama, dan dibimbing serta dibuatkan kebun untuk Bertani sebagai penunjang peningkatan perekonomian warga Kampung Muallaf.

Jefri, Salah seorang mualaf suku baduy


Alhamdulillah, kedatangan teman teman PAY ini, sangat membantu kami. Ini merupakan support bagi Kami. Ini yang kami butuhkan sekarang. Mereka (PAY) datang membantu kami bangun lagi kamar mandi, karena disini sangat sulit air, untuk mandi saja, kami harus ke sungai yang berada di bawah. Lalu mereka juga kuatkan iman kami, ajak kami mengaji, ajak kami shalat di masjid yang telah mereka bangun juga, mengajak main anak-anak kami dengan edukasi Islami, lalu mereka bantu kami berkebun, dibelikan kami pupuk, bibit tanaman yang kami butuhkan,” ungkap Jefri dalam Bahasa Sunda.

Untuk diketahui, Komunitas PAY & DOIT melakukan perjalanan ke Kampung Muallaf Baduy ini sudah yang ke empat kalinya. Di Setiap expedisi, PAY memberikan bantuan yang sesuai kebutuhan warganya. Informasi kebutuhan warga didapati PAY dari seorang penggiat dakwah ditempat tersebut. Kenapa Muallaf Baduy menjadi destinasi Komunitas PAY, karena Muallaf Baduy adalah yang ternitung sangat darurat kemanusiaan yang harus utama mendapatkan bantuan.

Dalam agenda pada Jumat hingga Minggu ini, PAY melakukan beberapa kegiatan seperti, pengobatan gratis, pembangunan rumah ilmu, perbaikan kamar mandi, edukasi islami kepada anak-anak mualaf baduy, dan memberikan bibit tanaman untuk kebangkitan perekonomian setempat. (hmz/gomuslim)

 

 

Baca juga:

PAY Ajak 120 Anak Yatim Rayakan Tahun Baru Islam di Museum Layang-Layang


Back to Top