Panggilan Hati Bantu Mualaf Baduy, Siswa SMA ini Jadi Relawan PAY

gomuslim.co.id – Komunitas pecinta Anak Yatim & Doeafa Indonesia Tercinta (PAY&DOIT) yang menggelar penyaluran bantuan ke Kampung Muallaf Baduy yang berada di Lebak Banten pada tiga hari sejak tanggal 18-20 Oktober 2019 membawa 28 relawan.

Relawan tersebut terdiri dari bebarapa kalangan dari berbagai profesi seperti Dokter, Perawat, Farmasi, Design, Karyawan, Traveler, Mahasiswa Hingga Siswa Sekolah. Ada yang menarik pada relawan PAY kali ini, dimana terdapat seorang siswa kelas 12 (3) Sekolah Menengah Atas (SMA) disalah satu sekolah swasta di Jakarta Barat, yang ikut pada ekspedisi Komunitas Pay dalam penyaluran bantuan di Kampung Muallaf Baduy.

 

Baca juga:

Jelajah Kampung Mualaf Baduy, Komunitas PAY Bangun Perekonomian Umat Hingga Dukung Penguatan Iman Islam

 

Hanifah Akmala Ardianti, salah seorang relawan termuda PAY berusia 17 tahun ini masih duduk sekolah menengah atas. Hanifah sapaan akrabnya mengaku menjadi relawan karena panggilan hatinya.

“Ini panggilan hati saya. Saya pernah mendengarkan ceramah yang isinya ‘apabila kita dalam hidup tidak memikirkan diri sendiri, maka nanti kita akan mati dalam keadaan kerdil’, artinya jika kita memikirkan diri sendiri maka mati kita akan sia-sia, berbeda saat kita memikirkan umat, membantu umat, insya Allah berkah,” cerita Hanifah kepada gomuslim disela kegiatan X-Paydisi Kampung Muallaf Baduy, Banten pada Ahad (20/10/2019).

Ia mengatakan, telah menjadi relawan PAY sejak 2018, keinginannya menjadi relawan untuk kampung muallaf baduy karena katanya, ia terpanggil untuk membantu menyelamatkan generasi islam pada keadaan warga muallaf baduy.

“Kondisi mereka memprihatinkan. Saya hanya ingin mensupport ke-istiqomahan mereka agar tetap berada sebagai Muallaf. Saya nggak mau mereka punya fikiran ‘kalau jadi muallaf saya terpuruk, lebih baik saya kembali’. Bersama PAY kita terjun langsung membantu mereka. Kegiatan PAY sendiri real, turun langsung membangun perekonomian mereka, membantu bangun rumah ilmu, memanfaatkan lagi kamar mandi mereka, Posisi saya menyemangatkan anak-anak baduy ini, agar mau belajar islam, karena mereka yang menjadi generasi penerus Islam nantinya,” ungkap Hanifah.

Hanifah menyebut, kegiatannya menjadi relawan sangat di support oleh orangtuanya. Selain itu katanya, dengan dirinya menjadi seorang relawan, tidak akan mempengaruhi jam belajarnya dan tidak mengganggu waktu belajarnya.

Hanifah Akmala Ardianti berada duduk berkerudung hitam samping kerudung merah, sedangkan Dokter Almahira Azzahra duduk Paling ujung sebelah kanan menggunakan kerudung biru

 

Sementara itu, dalam kegiatan X-Paydisi yang digelar PAY melakukan pengobatan gratis. Dalam pengobatan tersebut, Dokter Almahira Azzahra yang juga sebagai relawan PAY mengatakan keinginannya membantu pengobatan Masyarakat muallaf baduy karena ia melihat masyarakat baduy sangat membutuhkan pengobatan, terlihat dari segi perekonomian masyarakatnya dan juga jarak tempuh yang sangat jauh menuju akses pengobatan.

“Jarak tempuh kampung muallaf baduy ini menuju tempat pengobatan sangat jauh karena jika dilihat rute, kampung baduy ini berada di atas bukit yang melewati hutan. Selain itu, pasti untuk kesana mereka membutuhkan ongkos juga. Saya melihat banyak kendala. Oleh karena itu, saya nyatakan kesiapan membantu memberikan pengobatan gratis bersama komunitas PAY,” ujar dokter Almahira.

Pada pengobatan gratis tersebut, ia mengungkapkan adanya temuan beberapa kondisi kesehatan masyarakat Muallaf Baduy, diantaranya asma, maag, batuk pilek pada anak, pegal-pegal, tensi dan darah tinggi, kemudian Ibu Hamil.

“Yang riskan adalah ibu Hamil ini, saya tanya ibu ini tidak pernah memeriksakan kesehatannya baik bidan ataupun rumah sakit karena jarak tempuh itu juga, naik turun tracknya, cukup bahaya bagi ibu hamil ini. Untuk makanan yang dikonsumsi, seadanya mereka saja, yang mungkin ada di alam sekitar mereka. Pengobatan itu, saya hanya bisa memberikan obat yang saya miliki, selain itu nasihat yang bisa saya sampaikan kepada mereka,” pungkas dokter asal Tasikmalaya itu. (hmz/gomuslim)

 

 

Baca juga:

PAY Ajak 120 Anak Yatim Rayakan Tahun Baru Islam di Museum Layang-Layang


Back to Top