#CEOLAZForum

Aa Gym: Zakat Harus Bisa Perkuat Keimanan

gomuslim.co.id – Zakat merupakan satu dari rukun Islam yang lima. Namun, pada hakikatnya, zakat bukan sekadar membantu orang miskin keluar dari kemiskinannya. Lebih dari itu, zakat seharusnya mampu membuat umat dan semua yang terlibat dalam zakat untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta, Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Demikian disampaikan KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym dalam acara CEO LAZ Forum bertajuk ‘Menuju Arsitektur Baru Gerakan Zakat Indonesia’ di Hotel Cosmo Amarossa, Jakarta Selatan, Rabu, (23/10/2019). Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini menilai, zakat harus bisa meningkatkan keimanan setiap muslim.

“Sebetulnya yang membagikan rejeki itu Allah. Yang menggerakan orang menitipkan hartanya juga Allah. Yang membolak-balikan seseorang juga Allah. Jadi ini bukan tentang LAZ mana yang paling besar penghimpunannya. Tapi yang paling bisa mengajak umat untuk semakin dekat dengan Allah,” jelasnya.

Aa Gym menambahkan, bisa jadi sebuah Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang kecil tetapi dalam pengelolaannya mampu mengajak untuk lebih dekat dengan Allah, itulah yang terbaik. “Jangan sampai kita memikirkan strategi yang sempurna tapi lupa pada hakikatnya untuk taqqarrub ke Allah,” katanya.

Menurutnya, tugas LAZ adalah mengajak supaya orang semakin kuat imannya yang kemudian berbuah pada perubahan prilaku (akhlakul karimah). Selanjutnya, dalam pengelolaan zakat perlu kesabaran.

“Pertemuan ini (CEO LAZ Forum) adalah tentang bagaimana berjamaah. Harus sabar menyikapi perbedaan diantara kita. Beda itu tidak begitu masalah. Yang jadi masalahnya adalah tidak sabar dengan perbedaan. Kita tidak bersaing. Justru perbedaan itu harusnya untuk saling melengkapi, untuk memperluas wawasan dan bersinergi,” jelasnya.

 

Baca juga:

Perkuat Gerakan Zakat Indonesia, Forum Zakat Akan Gelar CEO LAZ Forum 2019

 

Selain itu, Aa Gym juga mengenalkan konsep 2B2L kepada para peserta. 2B2L adalah berani mengakui kelebihan jasa orang lain, berani mengakui kebaikan orang lain, lupakan jasa dan menonjolkan diri, dan lupakan kebaikan diri sendiri.  

“Setiap bertemu orang, lihatlah kelebihannya karena tidak ada pertemuan sia-sia, pasti selalu ada pelajaran. Kemudian bijaklah terhadap kesalahan orang lain karena setiap kekurangan dari teman, itu justru jadi berbagi ilmu dan amal,” ungkapnya.

Ia menyebut, penyakit tidak terjalinnya sinergi adalah karena semua ingin tampil menonjolkan diri sendiri. Kemudian, belajar melupakan kebaikan. Karena sejatinya berbuat baik itu Allah yang memberi dan manusia hanya menjadi jalan.

“Kalau kita yakin yang memberi itu Allah, itulah yang menjadi pahala untuk kita. Empat orang yang tidak tersentuh api neraka yaitu orang yang tenang, teduh dan meneduhkan. Kedua, orang yang sopan, lembut, dan santun. Ketiga, orang yang hangat, supel, rendah hati, tidak merasa diri penting. Dan orang yang mudah dan memudahkan urusan orang,” tutupnya. (jms)

 

 

Baca juga:

IZI Luncurkan Buku Amil Zakat Easy Going Pemikiran dan Inisiatif Zakat di Era 4.0 

 


Back to Top