Penyaluran Pembiayaan BTPN Syariah Tumbuh 28 Persen pada Kuartal III 2019

gomuslim.co.id - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah (BTPN Syariah Tbk) berhasil mencatatkan pertumbuhan positif dalam penyaluran pembiayaan pada kuartal III 2019. Total penyaluran mencapai Rp8,9 triliun atau naik 28 persen dibanding periode tahun 2018 yang hanya Rp 6,97 triliun.

Menurut Direktur Utama BTPN Syariah, Ratih Rachmawaty penyaluran pembiayaan fokus dilakukan kepada 3,65 juta keluarga prasejahtera produktif, melalui pendampingan yang tepat. Pihaknya mengklaim telah melakukan cara tepat dengan menekan rasio kredit bermasalah atau "Non Perfoming Finance" (NPF) sebesar 1,30 persen.

"Artinya bisnis pembiayaan kepada keluarga prasejahtera produktif sudah kami tekuni sejak 2010 membuat kami belajar banyak hal," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis, (24/10/2019).

Ratih menambahkan, dengan terus membesarnya skala bisnis di segmen ini, BTPN Syariah bertekad untuk terus bekerja keras, agar semua niat baik pemangku kepentingan dapat terwujud lebih cepat.

"Kami juga mengubah semua nama produk yang kami tawarkan dengan tambahan kata Tepat, misalnya Tepat Deposito. Tepat, wujudkan niat baik lebih cepat," ucapnya.

 

Baca juga:

BTPN Syariah Catat Pertumbuhan Positif Sepanjang 2018

 

Sementara itu, asset juga tumbuh 29 persen menjadi Rp14,59 triliun dari tahun lalu sebesar Rp11,31 triliun (year on year), sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencapai 9,03 triliun tumbuh 24 persen dari 7,25 triliun (year on year).

"Perseroan kini juga telah meningkatkan efisiensi dalam mengoperasikan bisnis dimana beban operasional terhadap pendapatan operasional tercatat 59,6 persen, lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya 62,6 persen," tuturnya.

Ia menjelaskan, pertumbuhan pembiayaan yang positif disertai dengan efisiensi perseroan dalam mengoperasikan bisnis, mampu menopang pertumbuhan laba bersih setelah pajak (Net Performing After Tax/NPAT) mencapai Rp 976 miliar, tumbuh 40 persen dari Rp698 miliar (year on year), dengan capital adequacy ratio (CAR) berada di posisi 41,1 persen.

Sebelumnya, BTPN Syariah sampai saat ini menjadi satu-satunya bank yang memfokuskan diri melayani keluarga prasejahtera produktif, dengan memiliki 25 cabang di seluruh Indonesia, 41 Kantor Fungsional Operasional, serta memiliki hampir 12.000 karyawan. (jms/antara)

 

 

Baca juga:

Analisis BEI: Perbankan Syariah Sudah Membaik dalam 10 Tahun Terakhir


Back to Top