Sekolah Balet di Inggris Ini Dorong Gadis Muslimah Jadi Balerina Kecil

gomuslim.co.id - Sebuah sekolah balet di London, Inggris, Grace & Poise Academy dibuka awal tahun ini dengan tujuan mendorong gadis-gadis Muslim menjadi balerina kecil. Pelatih di Royal Academy of Dance, Maisie Alexandra Byers (24) mengaku bersemangat menyambut anak-anak yang akan berlatih balet.

“Kami percaya bahwa pendekatan unik dari balet ini membantu perkembangan fisik, emosi, sosial dan kognitif anak. Sampai sekarang balet tidak dapat diakses oleh banyak Muslim dan Grace & Poise bertujuan untuk melayani masyarakat,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi Metro.co.uk, Jumat (25/10/2019).

Ia menambahkan, hal ini juga bertujuan menyediakan ruang untuk merayakan identitas Islam dan mendukung hubungan yang harmonis antara jiwa dan raga. Karena sebagian Muslim tidak mendengarkan musik, Grace and Poise Academy memainkan puisi yang unik untuk mengganti musik agar lebih inklusif.

Orangtua dapat mendaftarkan anak-anak mereka ke kelas Baby Ballet untuk mereka yang berusia antara dua hingga empat tahun. Sementara Balet Pra-Primer & Primer untuk anak usia enam hingga delapan tahun yang menjalani ujian untuk pertama kalinya. Kelas terakhir adalah kelas 1 dan seterusnya selama sembilan tahun ke atas sampai menjadi penari balet resmi.

Maisie mengatakan, reaksi masyarakat terhadap sekolah balet baru sangat positif. “Reaksinya luar biasa. Kami dikelilingi oleh komunitas yang mendukung penuh kasih dan membantu kami dalam banyak hal,” katanya.

 

Baca juga:

Dukung Kesehatan Mental, Remaja Muslimah Inggris Ini Luncurkan Situs Amal untuk Bantu Pemuda Muslim

 

Ia menyebut, semua orang senang mendapat kesempatan di sekolah ini. “Kami telah melakukan banyak percakapan emosional dengan para ibu yang memberi tahu kami tentang dampak yang telah dialami oleh anak-anak mereka setelah mengikuti kelas. Mereka berharap ini menjadi kesempatan bagi para gadis kecil,” ucapnya.

Balerina Muslim berhijab sendiri saat ini cukup banyak. Pada tahun 2014, Emirati Zahra lari menyalakan lampu di Olimpiade Musim Dingin di Sochi. Dia menunjukkan bakatnya dalam melakukan lompatan dengan kekuatan dan keanggunan sambil dengan bangga mengenakan hijabnya.

Impian remaja Muslim Stephanie Kurlow untuk menjadi balerina hijabi pertama di dunia menjadi kenyataan pada tahun 2016 setelah sebuah perusahaan pakaian Swedia memberikan beasiswa kepada gadis muda itu untuk mengejar mimpinya.

Untuk diketahui, dalam Islam, musik merupakan salah satu masalah paling kontroversial di antara para ahli hukum. Beberapa cendekiawan melihat bahwa musik sepenuhnya dilarang, namun ulama lain berpandangan bahwa musik diperbolehkan selama semua itu bebas dari semua jenis paganisme, sensualitas, amoralitas, keterasingan, dan pesan-pesan bawah sadar. (jms/metro/aboutislam)

 

 

Baca juga:

Inspiratif, Ini Lima Muslimah yang Masuk Daftar Perempuan Berpengaruh Dunia


Back to Top