Ekspansi ke Afrika dan Negara-Negara OKI, Bio Farma Kembangkan Varian Vaksin

gomuslim.co.id – Pengembangan produksi varian vaksin terus dilakukan Bio Farma. BUMN produsen Vaksin dan Antisera ini bahkan siap melakukan ekspansi pasar ke Afrika dan beberapa negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Caranya dengan membangun beberapa infrastruktur penunjang produksi.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan program vaksinasi berupaya untuk menghapuskan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Vaksinasi juga mendukung pencapaian Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) nomor 3, yaitu tentang kesehatan universal.

“Kesehatan universal dalam artian semua anak dan balita dan orang dewasa harus mendapatkan vaksin dengan mudah," ujarnya penandatanganan kredit investasi di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Honesti mengatakan Bio Farma perlu meningkatkan kapasitas produksinya, baik untuk produk yang sudah ada maupun untuk produk baru Bio Farma. Untuk membangun fasilitas penunjang produksi, Bio Farma mendapatkan kredit investasi sindikasi dari tujuh perbankan nasional, BNI, BRI, Bank Mandiri, BNI Syariah, BRI Syariah, Mandiri Syariah, dan Indonesia Eximbank.

 

Baca juga:

Sharing Manajemen Pendingin Vaksin, Bio Farma Terima Kunjungan Perwakilan Negara OKI

 

Bio Farma mendapakan kredit Rp2,25 triliun yang terbagi dengan skema konvensional Rp1,65 triliun dan skema nonkonvensional Rp600 miliar.

“Penambahan fasilitas akan digunakan oleh Bio Farma untuk meningkatkan kapasitas produk-produk vaksinnya, antara lain yang sudah ada saat ini yaitu vaksin Pantavalen dan peningkatan kapasitas bahan aktif untuk bulk tetanus dan difteri,” jelasnya.

Pada masa depan mendatang, Bio Farma berencana memproduksi Vaksin MR, Vaksin Typoid, dan Vaksin Rotavirus yang akan menggunakan fasilitas baru yang akan dibangun di Pasteur, Bandung, Jawa Barat.

"Ini masih untuk kebutuhan ekspor, untuk polio. Karena kebutuhan akan kapasitas yang belum kita punya makanya kita bangun. Lagi tahap finalisasi kita masih butuh pembiayaan, makanya hari ini kita tanda tangan," tutupnya. (jms/antara/foto:bisnis)

 

 

Baca juga:

BPOM: Produk Obat Akan Terus Bertransformasi Jadi Produk Halal


Back to Top