Gandeng Bukalapak, UKM Pesantren Go Digital

gomuslim.co.id - Kemenko Perekonomian, Kementerian Agama dan Kementerian UKM dan Koperasi gandeng Bukalapak untuk bersama-sama memberdayakan UKM pesanten berbasis digital. Tercatat ada lebih dari 28.000 pesantren di seluruh Indonesia memiliki beragam aktivitas ekonomi berskala mikro, kecil hingga menengah. Diharapkan dengan adanya kerja sama ini dapat meningkatkan kualitas maupun daya saing dari para entreprenur santri.

"Kementerian Agama akan mendorong keterlibatan aktif komunitas pesantren serta dukungan program lifeskill dan bantuan vokasional dalam pelaksanaan program ini,” ungkap Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Jumat (25/10/2019).

Menurut Kamaruddin, pemberdayaan UMKM berbasis pesantren  ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Baca juga :

Lirik Potensi Produk Halal, BukaLapak Siapkan Rencana Pengembangan Fitur Syariah

 

Kepala Subdit Pendidikan Pesantren, Kementerian Agama, Basnang Said menuturkan 28 ribu pesantren yang ada di Indonesia sebanyak 80 persennya memiliki UKM mandiri dengan menjual produk dari para santri. Produknya beraneka ragam seperti makanan, alat kebersihan dan lain-lain. Menurutnya kerjasama ini diharapkan bisa membuat produk santri ini dapat dimanfaatkan masyarakat luas.

"Harapannya dengan kerjasama ini bisa membuat produk dari para santri menjadi go digital. Dampaknya, yang mengakses produk para santri ini tidak hanya kalangan sendiri saja, tetapi juga para masyarakat lainnya," ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Abdul Kadir Damanik menjelaskan salah satu penyebab susahnya produk pesantren laku diluar internal pesantren karena pengemasan yang kurang menarik. Diharapkan dengan adanya kerjasama ini bisa berbagi pengalaman soal pengemasan dan mengenai go digital.

"Kami kan ada pendampingan, nah dengan adanya bukalapak, mereka bisa belajar untuk bagaimana mengemas produk UKM ini agar laku di pasaran," ungkapnya.

AVP Public Policy dan Goverment Relations Bukalapak, Bima Laga menjelaskan Bukalapak terbuka atas kerjsama ini. Bukalapak tentu akan memberikan pendampingan bagi para santri untuk bagaimana bisa mengemas produk mereka agar laku di pasaran.

Untuk pilot project, Bima mengungkapkan, akan PLUT-KUMKM Kabupaten Tasikmalaya bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, dan mulai akan dikembangkan di daerah lainnya pada tahun 2020. Program ini diharapkan dapat melahirkan wirausahawan dan UMKM digital “local champions” dari komunitas pesantren yang dapat menjadi inspirasi bagi tumbuh berkembangnya wirausahawan digital lokal lainnya.

"Untuk santri-santri di Pesantren yang nantinya mau menjadi entrepreneur, itu nanti kita fasilitasi. Dengan kehadiran kita ini diharapkan dapat membantu memfasilitasi mereka entah mereka berjualan, atau mereka menjadi mitra Bukalapak, itulah salah satu tujuan kita disini,"ujar Bima. (waf/rep/detik)

 

Baca juga :

Bukalapak Dorong Pengembangan Dua Produk Investasi Syariah Ini


Back to Top