Jadi Saksi Perkembangan Islam Bosnia, Umat Muslim Kota Foca Rayakan Pembukaan Kembali Masjid Aladza 

gomuslim.co.id – Masjid Aladza dibangun pada tahun 1550 ketika Bosnia adalah provinsi Kekaisaran Ottoman Turki. Namun masjid yang indah dan penuh arsitektur Turki itu dihancurkan pada tahun 1992 saat terjadinya Perang Bosnia.

Sebuah menara masjid yang sudah berusia berabad-abad di tepi Sungai Cehotina, Bosnia Timur dibangun kembali setelah runtuh karena diledakkan. Usai empat tahun bekerja sungguh-sungguh, akhirnya Masjid Aladza berdiri kembali.

Dilansir dari kantor berita Los Angeles Review Book pada Ahad (27/10/2019), Penduduk setempat di Kota Foca telah merayakan pembukaan kembali Masjid Aladza atau Masjid Berwarna. Lukisan dan ubin yang menutupi interiornya telah diperbaiki dengan bantuan pengrajin Turki, dengan menggunakan pigmen tradisional.

Saat ini Kota Foca dihuni oleh orang-orang Serbia yang kebanyakan merupakan non muslim. Sebelumnya Kota Foca yang indah dihuni oleh banyak muslim, ini terjadi sebelum adanya Perang Bosnia yang melibatkan konflik etnis dan agama.

 

Baca juga:

Pemerintah Bosnia Buka Kembali Masjid Warna-warni Bersejarah di Kota Travnik

 

Nama Kota Foca selalu diasosiasikan dengan Perang Bosnia yang merenggut 100.000 nyawa usai tentara Serbia Bosnia menyerbu kota itu pada April 1992. Banyak muslim Bosnia yang tewas dan melarikan diri.

Peristiwa ini yang membuat banyak penduduk muslim Bosnia melarikan diri hingga saat ini tak kembali lagi. Akibatnya Masjid Aladza menjadi sepi kehadiran muslim, seolah masjid itu merindukan kehadiran muslim Bosnia untuk kembali beribadah di ruangannya yang indah.

Sebanyak 22.000 penduduk asli yang kebanyakan muslim telah melarikan diri. Hanya tinggal sedikit orang muslim di Kota Foca saat ini, sekitar lima persen dari populasi. Seorang muslim Bosnia, Izet Karović mengatakan, rekonstruksi kembali Masjid Aladza sepertinya tak akan mengembalikan kejayaan komunitas muslim seperti dulu.

“Muslim di sini tampak seperti orang-orang yang sedih yang menghadiri pemakaman daripada orang-orang yang bergembira merayakan kelahiran,” ungkap Karovic.

Karovic yang juga merupakan Kepala Foča Union of Displaced People menjelaskan, rekonstruksi Masjid Aladza sangat berarti bagi komunitas muslim. Menurutnya, yang kembali ke Kota Foča pada 2004, kemiskinan di wilayah Bosnia membuat mereka susah kembali ke Kota Foca.

Sementara itu, seorang pakar terkemuka dalam arsitektur Islam Bosnia yang juga sebagai arsitek pembangunan  Masjid Aladza, Pasic mengatakan, rekonstruksi Masjid Aladza yang bersejarah hampir selesai.

"Kami telah hidup di tanah ini selama berabad-abad. Semua muslim Bosnia di sini sangat ingin mendengar panggilan adzan Aladza kembali. Kami beruntung Masjid Aladza dipelajari dengan sangat baik. Terdapat banyak gambar dan fotonya sehingga lebih mudah untuk merekontruksinya," ujar arsitek Amir Pasic.

"Tidak setiap masjid di desa-desa dapat direkontruksi kembali. Kadang-kadang penduduk desa lebih suka struktur modern,” sambungnya.

Diketahui, Pasic juga salah satu dari tiga pakar yang memimpin dewan untuk mengawasi pemulihan warisan arsitektur yang hancur selama Perang Bosnia. Banyak dari proyek pembangunan kembali diperoleh dengan bantuan dari TIKA, dana pembangunan luar negeri Turki.

Ia berharap, semoga pembangunan kembali Masjid Aladza mengembalikan keceriaan dan kebahagiaan komunitas muslim Bosnia. (hmz/larb)

 

 

Baca juga:

Warga Muslim Australia Gelar Makan Bersama di Masjid Penshurst


Back to Top