Permohonan Kumandang Adzan di Masjid Amsterdam Dapat Penolakan Otoritas

gomuslim.co.id – Pemerintah Kota Amsterdam, Belanda menolak permintaan masjid untuk menyiarkan adzan atau ajakan salat melalui pengeras suara. Otoritas setempat menyebut hal itu tidak perlu karena sudah tersedia pengingat salat melalui aplikasi seluler.

Walikota Amsterdam, Femke Halsema, mengatakan bahwa dengan kemajuan teknologi, dari alarm ke aplikasi, tidak perlu menggunakan pengeras suara untuk mengingatkan umat beriman kapan harus berdoa.

Rencana untuk menyiarkan adzan sendiri telah diperjuangkan oleh Yassin Elforkani, imam di masjid biru Amsterdam. "Adzan dapat berkontribusi pada Islam yang akhirnya dianggap normal di Belanda," kata Elforkani awal bulan ini seperti dilansir dari publikasi Irish Times, Jumat (1/11/2019).

 

Baca juga:

Imam Masjid Amsterdam: Panggilan Adzan Bantu Normalkan Islam di Belanda

 

Adzan adalah panggilan untuk mengumumkan bahwa sudah waktunya untuk salat wajib tertentu. Muslim di Barat sering menghadapi masalah saat hendak mengumandangkan adzan. Pihak berwenang setempat berpendapat bahwa panggilan itu akan menyebabkan gangguan kebisingan bagi warga.

Pada April 2013, para jamaah di masjid Fittja di Stockholm selatan mendengar seruan salat Swedia untuk pertama kalinya.

Untuk diketahui, Islam adalah agama terbesar kedua di Belanda dan dipraktekkan oleh 4% dari populasi menurut perkiraan 2010-11. Sebagian besar berada di empat kota besar seperti Amsterdam, Rotterdam, Den Haag, dan Utrecht.

Sejarah awal Islam di Belanda berasal dari abad ke-16 ketika sejumlah kecil pedagang Ottoman mulai menetap di kota-kota pelabuhan negara. Akibatnya, Amsterdam memiliki masjid improvisasi pertamanya di awal abad ke-17. (jms/irishtimes/aboutislam)

 

Baca juga:

Hijaber asal Belanda Ini Jadi Pembawa Acara Talkshow Baru di Dutch Channel NPO1


Back to Top