Dosen Asal Libya Ini Sebut Islam Indonesia Harus Menyesuaikan Perkembangan Teknologi 

gomuslim.co.id – Dosen Al Refaq University, Libya, DR. Suliman Hasan Suliman Eyal Warfali mengatakan Islam mengajarkan umatnya tentang nilai-nilai universalisme, maksudnya Islam dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Perkembangan teknologi mengharuskan kita sebagai umat Islam untuk beradaptasi dengan tiga hal utama dalam Islam,” ungkap dokter Suliman pada Kamis (31/10/2019).

Pertama, ia mengatakan, Islam menghargai ilmu pengetahuan yang saat ini berkembang, dengan segala kemajuan dan kebaruan yang saat ini berkembang.

"Ini membuat diri kita harus bersentuhan dengan dunia global, tidak hanya di perguruan tinggi akan tetapi juga dari pendidikan anak usia dini dan pendidikan lainnya," ucap Suliman.

Kemudian, katanya, manusia diciptakan dengan beragam suku, budaya dan bangsa. Hal ini telah ditekankan di dalam alquran, bahwa perbedaan ini menjadi sebuah tuntutan bagi semua untuk saling mengenal satu sama lain, mempelajari sejarah kehidupan orang lain, dan bersosialisasi dengan mereka yang memiliki perbedaan suku dan kebudayaan. Saling mengenal ini tidak terbatas hanya antar warga negara, akan tetapi lebih luas dan global.

"Perkembangan tekhnologi digital yang saat ini mengelilingi kehidupan kita tidaklah membatasi kita sebagai seorang Muslim untuk berinteraksi dengan dunia luas, akan tetapi, dengan memahami tekhnologi tersebut, kita akan dapat melakukan difrensiasi dan analisis mendalam terhadap daurah kehidupan kita," tegasnya.

 

Baca juga:

Dirut Wahid Foundation: Dinamika Islam Atur Manusia Lestarikan Alam

 

Terakhir, dokter Sulimun menyimpulkan bahwa pendidikan Islam saat ini juga telah berkembang dengan adanya perkembangan tekhnologi tersebut.

Revolusi Industri 4.0 melibatkan setiap proses pendidikan sebagai suatu hal yang perlu dikembangkan, sehingga informasi dan pengetahuan cepat diterima dan diaplikasikan dalsm kehidupan yang dapat membawa pada kemaslahatan.

Sementara itu, Pembicara lainnya, Dr Khatijah Othman dari Universitas Sains Islam Malaysia menyampaikan respon muslim di Malaysia terhadap revolusi industri 4.0

Menurutnya, dampak perkembangan teknologi menyentuh hampir semua sisi kehidupan. Ketergantungan masyarakat terhadap beragam produk teknologi cenderung terus meningkat.

"Untuk itu, hal paling penting adalah mengetahui cara seimbang dalam pemanfaatan teknologi agar tidak membahayakan diri sendiri dan menjadi penghambat bagi kemajuan masyarakat," tegasnya.

Selain keduanya, juga ada Prof Jeffey T Kenney dari Fullbright De Pauw University, Amerika, Prof Dr Euis Nurlaelswati, MA asal UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Dr Saifuddin Ahmad Husin MA mewakil UIN Antasari Banjarmasin.

Sebelumnya, Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Prof Dr H Mujiburrahman, MA mengatakan umat Islam harus memahami dunia berubah atau istilahnya disebut revolusi dimana terjadi perubahan yang luar biasa dan tidak bisa diprediksikan.

"Perubahan itu menyangkut semua aspek kehidupan, termasul agama, gaya hidup, ekonomi, budaya, politik. Semuanya berpengaruh, termasuk perkembangan Islam sebagai fenomena sosial atau sebagai ajaran praktek keagamaan," tandasnya.

Untuk diketahuim Dr Suliman Hasan Suliman Eyal Warfali dari Al- Refaq University, Libya, salah satu pembicara The 2th Antasari International conference (AIC) 2019, Local and Global Islam In The Industrial Revolution 4.0 di Golden Tulip Galaxy Hotel Banjarmasin, 31 Oktober sampai 1 November 2019. (hmz/tribun)

 

 

Baca juga:

Qari Asal Iran ini Berhasil Sabet Juara Pertama MTQ Internasional Kroasia


Back to Top