Pemerintah Selandia Baru Ajak Masyarakat Buat Lukisan Mural Berisi Pesan Cinta Islam

gomuslim.co.id – Muslim Selandia Baru kembali bangkit. Untuk mengembalikan kehangatan warga Selandia Baru, Pemerintah dan warga ibu kota Selandia Baru, Wellington, membuat sebuah lukisan mural yang berisikan pesan cinta dan persaudaraan Islam di salah satu dinding di pusat kota tersebut.

Diketahui, Selandia Baru usai terjadinya tindakan teroris yang secara brutal menembaki umat Muslim di Masjid Al Noor, Kota Christchurch, Selandia Baru, pada 15 Maret 2019 lalu, warga merasakan tidak adanya keamanan di Kota tersebut sehingga beberapa aktifitaspun sempat terhenti karena takut akan ada lagi tragedy mengenaskan itu.

Dilansir kantor berita scoop.nz.co, Presiden Asosiasi yang peduli untuk masjid Kilbirnie, Tahir Nawiz mengatakan sebuah mural dengan hiasan bunga itu terpajang di jantung kota Wellington setelah diresmikan.

“Teroris ingin menabur kebencian dan perpecahan, tetapi yang terjadi malah sangat luar biasa. Setiap tindakan dermawan telah membantu proses penyembuhan. Salah satunya dengan membuat mural ini,” kata, Presiden Asosiasi yang peduli untuk masjid Kilbirnie, Tahir Nawiz, pada Ahad, (03/11/2019).

 

Baca juga:

Bikin Terharu! Pemain Rugby Asal Australia Ini Kunjungi Korban Penembakan di Christchurch

 

Mural itu dikerjakan selama enam bulan dengan melibatkan 40 orang relawan. Salah satu mural mengutip perkataan Nabi Muhammad SAW, “Be kind, whenever kindness becomes part of something, it beautifies it.”

Menurutnya, mural itu berjudul Weavihg Hope atau tenunan harapan. Visi dari mural itu, kata dia, adalah untuk membaut masyarakat lebih bersatu dan menerima keberagaman.

“Keberadaan mural itu di pusat kota akan membuat setiap orang yang lewat memperhatikannya. Tentu mereka dengan seketika akan teringat dengan para korban Christchurch,” ungkap Tahir.

Sementara itu, salah satu partisipan dalam pembuatan mural itu, Ruth Roberson-Taylor  menyatakan, kegiatan semacam itu akan membuka kesempatan baginya untuk memiliki hubungan yang lebih erat dengan komunitas muslim. Oleh karena itu, ia mengaku sangat senang membuat mural itu.

“Dan semoga hal ini bisa menciptakan masyarakat yang lebih koheren dan semoga tidak terjadi (lagi) hal-hal yang mengerikan,” ucapnya.

Partisipan lainnya, Mahmoud Shagouri mengukir 51 bunga di dinding kota itu. Masing-masing mewakili 51 nyawa yang hilang dalam tragedi Christchurch. Bunga-bunga itu, kata dia, datang dari seluruh dunia untuk mengingatkan bahwa Islam itu beragam dan global.

“Mural ini adalah cara yang baik untuk membawa kita kembali pada emosi positif yang pernah kita miliki dan pada semua tujuan bersama yang telah kita tetapkan,” kata Nabil Adam, partisapan lain dalam proyek mural tersebut.

Mural Weaving Hope dibuat bersama oleh Asosiasi Mahasiswa Muslim VicMuslim, Komite Muslim Internasional Selandia Baru, anggota komunitas masjid Kilbirnie, Masyarakat Muslim Selandia Baru Vodafone, Salam Network, dengan dukungan situs dari Dewan Kota Wellington. (hmz/scoop.nz.co)

 

 

Baca juga:

Pemerintah Selandia Baru Beri Izin Menetap bagi Korban Selamat dari Penembakan Christchurch


Back to Top