Gandeng YPM, Wakaf Salman ITB Siap Bangun Masjid dan Pondok Mualaf

gomuslim.co.id – Kepedulian terhadap mualaf di tanah air terus ditunjukan sejumlah lembaga dan kalangan. Salah satunya seperti Wakaf Salman ITB dan Yayasan Pondok Mualaf (YPM) yang baru-baru ini menjalin kerjasama untuk pembangunan masjid dan pondok mualaf di Kota Cimahi, Jawa Barat.

Direktur Wakaf Salman ITB, M. Khirzan Nazar Noeman mengatakan kerjasama ini sebagai bentuk komitmen Wakaf Salman ITB untuk terus membangun infrastruktur yang dapat dijadikan fasilitas penunjang kegiatan keagamaan. Termasuk manfaatnya dapat dirasakan oleh saudara-saudara mualaf.

Menurutnya, program ini direalisasikan menyusul banyaknya mualaf di luar Kota Bandung yang merasa kebingungan mencari tempat untuk mengaji dan mempelajari Islam.

"Latar belakangnya karena banyak mualaf yang bingung mencari tempat bertanya, mengaji dan lain sebagainya. Kalau di Kota Bandung ada Masjid Lau Tze tapi di luar kota belum ada. Makanya kita bangun masjid dan pondok mualaf ini," ujarnya, Ahad, (03/11/2019).

Wakaf untuk pembangunan masjid dan pondok mualaf ini diharapkan mampu menjadi bagian dari kesejahteraan para mualaf. Serta dapat menjadi wadah dalam mempelajari Islam, sharing dan berkumpul.

"Pondok Mualaf menerima tanah wakaf dengan luas 320 meter persegi, maka disini kita mendukung dari segi pembangunan infrastrukturnya. Rencananya ada tempat pembinaan, asrama, tempat singgah dan masjid," terangnya.

Khirzan menjelaskan, untuk pembangunannya diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp 2,5 miliar. Namun hal tersebut masih mungkin berubah, karena belum dilakukannya survei lebih lanjut akan kebutuhan yang diperlukan.

"Kami berharap semakin banyak yang ingin berpartisipasi dan berkolaborasi. Maka dengan dipercepatnya pengumpulan wakafnya agar bisa dibangun tahun depan," katanya.

 

Baca juga:

Jelajah Kampung Mualaf, Begini Cerita Keseruan Perjalanan X-Paydisi Baduy bersama Komunitas PAY

 

Saat ini, kata dia, Wakaf Salman ITB pun bergerak untuk pembebasan ruko di sekitar Masjid Lautze 2 dalam rangka perluasan Masjid. Karena, Masjid Lautze 2 pun menjadi salah satu pusat pembelajaran dan pembinaan para mualaf di Kota Bandung.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Pondok Mualaf Indonesia, Ku Wie Han menuturkan, yayasan yang dipimpinnya berdiri pada tanggal 11 Agustus 2019. Yayasan memiliki fokus program untuk pembinaan para mualaf diberbagai tempat.

"Diharapkan jamaah yang hadir dapat teredukasi dan tergugah hatinya untuk berwakaf. Serta menjadi bagian dari kesejahteraan para mualaf dalam mempelajari Islam," ucapnya.

Ia menambahkan, untuk mualaf pembinaan kurang lebih selama tiga tahun. Akan tetapi, diakuinya masih banyak mualaf yang merasa malu dan kebingungan.

"Sebenarnya banyak yang mualaf, tapi mereka terkadang malu karena takut diledek, dan ada yang malah balik lagi ke agama mereka sebelumnya. Maka hadirnya kami ingin merangkul mereka, dan meyakinkan untuk tidak malu menjadi mualaf," tambahnya.

Ustadz Ku Wie Han mengatakan pihaknya mendapatkan tanah wakaf seluas 320 meter di Cibeber Cimahi. Nantinya, di atas tanah tersebut akan di didirkan kantor Yayasan Pondok Mualaf Indonesia.

Pembangunan pondok Mualaf ini, kata dia, perdana di daerah lain belum ada. Nantinya, di tanah wakaf seluas 320 akan dibangun 3 lantai. Lantai pertama masjid, pelataran parkir. Kemudian, Lantai 2 kantor. Serta lantai ke 3 untuk kelas dan pondokan. Jumlah kamar yang akan dibangun, hanya beberapa kamar.

Ustadz Ku Wie Han menilai, dengan adanya pondok Mualaf ini semua Mualaf nanti tak akan kebingungan lagi mencari tempat untuk pembinaan. "Selama ini, ada yang masuk Islam balik lagi ke agama semula atau terkatung-katung karena ga ada yang membimbing," tuturnya. (jms/galamedia/dbs)

 

 

Baca juga:

Masya Allah, Begini Cerita Keluarga Suku Baduy yang Jadi Mualaf


Back to Top