Steve Harvey: Dialog Budaya Akan Ubah Kesalahpahaman Tentang Islam

gomuslim.co.id – Komedian asal Amerika Serikat, Steve Harvey hadir dalam acara Sharjah International Book Fair pekan lalu. Harvey yang bicara tentang iman, toleransi beragama, dan kerja keras disambut dengan sorakan dan tepuk tangan meriah dari penonton.

Meskipun Harvey telah mengunjungi UEA sebelumnya, ini adalah pertama kalinya di Sharjah International Book Fair (SIBF). Sebuah acara yang ia harapkan dapat menjadi bagian untuk memupuk dialog budaya antara Amerika dan Emirat.

Idenya adalah pertukaran budaya membawa lebih banyak orang Amerika ke UEA, terutama siswa agar dapat melihat sendiri 'arti Islam sebenarnya'. "Ada banyak kesalahpahaman tentang orang-orang Arab di AS. Tapi saya hanya bisa mengubah saya. Saya tidak bisa mengubah Amerika," ujarnya seperti dilansir dari publikasi kepada Khaleej Times, Senin, (4/11/2019).  

Menurutnya, orang Amerika mereka harus mengunjungi langsung ke Negara Islam dan melihat semuanya sendiri. Salah satunya dengan menghadiri kegiatan Sharjah International Book Fair (SIBF) dan mencari buku tentang Islam yang mengajarkan kebaikan.  

“Mereka (media) mengambil sisi negatif (Islam). Mereka adalah orang-orang yang telah mengambil Islam dan melakukan beberapa hal palsu dengannya. ISIS dan lainnya menempatkan Islam di dalamnya. Itu bukan Islam,” paparnya.

 

Baca juga:

Astronot Muslim UEA Ini Terima Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Khalifa

 

Harvey menegaskan bahwa Islam tidak membunuh orang, membunuh anak-anak dan meledakkan banyak hal. “Jika itu yang ditayangkan oleh stasiun TV di seluruh negeri, menurut Anda apa yang akan mereka pikirkan?,” katanya.

Ia pun menyinggung presiden yang sempat melarang warganya bepergian ke negara-negara Muslim. “Bung, apakah orang ini nyata? Apakah dia nyata? (tertawa). Tapi, Anda tahu, itu pemerintah. Terkadang mereka membuat keputusan itu bukan keputusan semua orang. Jika saya percaya pada pemerintah, saya tidak akan berada di sini,” jelasnya.

Di akhir perbincangan, ia berbagi tips sukses dan berjanji untuk membawa lebih banyak orang ke UEA suatu hari. “Kita dapat melakukan pertukaran di mana kita membawa siswa UEA ke sana, dan membiarkan beberapa (siswa dari AS) datang ke sini, dan menempatkan mereka di lingkungan yang melindungi, sehingga mereka dapat saling belajar. Begitulah cara saya melihatnya,” tuturnya. (jms/khaleejtimes)

 

 

Baca juga:

Piagam Arab Tentang Hak-Hak Perempuan Resmi Diluncurkan di Abu Dhabi


Back to Top