Berdayakan Umat, DT Peduli Gelar Pelatihan Menjahit untuk Mustahik

gomuslim.co.id - Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) DT Peduli menyelenggarakan pelatihan menjahit non difabel angkatan kedua untuk para mustahik. Pelatihan berlangsung di Rumah Rroduksi Difabel Creative Center (DCC) DT Peduli, Jalan Sentrasari No.1 Gegerkalong Hilir, Kelurahan Gegerkalong, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, Senin, (04/11/2019).

Kepala Bagian Program DT Peduli, Edwar mengatakan pelatihan menjahit ini merupakan salah satu program pemberdayaan umat yang bertujuan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.  

“Ibu-ibu yang berada di sini adalah ibu-ibu yang diberi keberuntungan oleh Allah, sehingga kami memilih 10 orang menjadi peserta pelatihan menjahit, dari sekian banyaknya pendaftar. Jadi kami berharap ibu-ibu dapat fokus, dan berniat lurus mengikuti pelatihan ini, agar tercipta kemaslahatan, dan sebagai rasa ucap syukur kepada Allah,” ujarnya.

Menurut Edwar, program pemberdayaan umat, khususnya pelatihan menjahit ini terdiri dari dua jenis. Pertama, jenis pelatihan DCC (Difable Creative Center), pelatihan ini untuk kaum disabilitas, kecuali tuna netra dan tuna daksa, dengan durasi pelatihan selama 60 hari.

Kedua, jenis pelatihan DTTC (Daarut Tauhiid Training Center), pelatihan menjahit yang diberikan kepada non difable dengan syarat pesertanya penerima manfaat atau mustahik, durasi pelatihan selama 30 hari.

 

Baca juga:

Aa Gym: Zakat Harus Bisa Perkuat Keimanan

 

“Allhamdulillah, banyak peserta dari angkatan yang seblumnya baik yang difable maupun non difable terbantu dengan program pemberdayaan ini. Pasalnya, banyak dari mereka langsung membuka jasa layanan menjahit di rumahnya. Sehingga pelatihan menjahit ini akan terus bergulir,” tuturnya.

Novi (37), peserta pelatihan menjahit non difable asal Cikole, Lembang mengaku terbantu dengan adanya program ini. “Alhamdulillah, saya diberi kesempatan oleh DT Peduli untuk mengikuti pelatihan menjahit salama satu bulan. Saya merasa senang, dan semoga setelah beres nanti saya dapat mengaplikasikan kemampuan menjahit dengan membuka jasa permak. Sehingga di sini saya harus serius belajar,” ungkap Novi. (jms/dpudt)

 

Baca juga:

Dinas Koperasi Jabar Gelar Pelatihan Magang OPOP bersama 67 Pesantren di Kuningan 


Back to Top