Gandeng Puluhan Travel Haji dan Umrah, RS Haji Jakarta Beri Pembinaan Kesehatan Calon Jemaah

gomuslim.co.id - Rumah Sakit (RS) Haji Jakarta melakukan kerjasama dengan puluhan travel haji dan umrah untuk memberikan pembinaan kesehatan kepada calon jamaah yang akan berangkat haji dan umrah. Hal ini disampaikan Direktur Utama RS Haji Jakarta, dr. Syarief Hasan Luthfie usai menjadi pembicara seminar kesehatan haji dan umrah di Asrama Haji Jakarta, Pondok Gede, Jakarta Timur.

“Ada sekitar 14 travel yang kerjasama di seminar ini, tapi di rumah sakit haji sudah ada sekitar 60-an travel. Dan lumayan kita aktif untuk melakukan upaya promotif maupun preventif,” ujar dr. Syarief.

Menurut dia, Rumah Sakit Haji Jakarta memiliki pelayanan satu pintu untuk memberikan pembinaan terkait kesehatan calon jamaah, yaitu Pusat Pelayanan Terpadu Kesehatan Haji dan Umrah (P2TKHU). Maka, menurutnya, calon jamaah haji akan mendapatkan pembinaan yang lebih spesifik daripada rumah sakit lainnya.

 

Baca juga:

Ini Perbedaan Ibadah Haji dan Umrah

 

“Jadi di sini tes kebugarannya diberikan gratis, kemudian pembinaannya bisa dilakukan seminggu dua kali atau seminggu tiga kali, sehingga target pada saat dia berangkat semua sudah disiapkan secara matang,” ucapnya.

Dengan bekerjasama dengan RS Haji Jakarta, diharapkan travel haji dan umrah ke depannya bisa melakukan komunikasi dan konsultasi ke RS Haji Jakarta terkait penyakit-penyakit yang dialami calon jamaahnya.

“Kita melakukan kerjasama itu sifatnya komprehensif, seperti tes awal kebugaran, vaksinasinya, maupun pembinaan terkait dengan pengobatan-pengobatan yang sifatnya antar spesialis, sehingga nanti kelualarannya adalah istithaah,” kata dr. Syarief.

Selain menghadirkan dr. Syarief, acara seminar kesehatan haji dan umrah tersebut juga menghadirkan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama, Arfi Hatim. Dalam pemaparannya, Arfi mengingatkan kepada calon jamaah agar sebelum mendaftar selalu memeriksa izin operasional travel haji dan umrah, sehingga terhindar dari kasus penipuan.

“Mendaftarlah kepada penyelenggara umrah dan haji khusus yang mempunyai izin dari pemerintah,” ujar Arfi.

Menurut Arfi, banyak cara untuk mengutahui apakah travel haji dan umrah tersebut berizin atau tidak. Di antaranya bisa diperiksa melalui Kantor Urusan Agama (KUA), bisa datang ke Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, dan juga bisa datang secara langung ke Kantor wilayah Kemenag.

“Di samping itu, kita juga menyediakan beberapa saran untuk mengetahui penyenggara umrah dan haji yang berizin, mislanya bisa masuk ke web Kemenag atau web haji atau website Kanwil. Di situ sudah beberapa penyelenggara yang mempunyai izin,” jelas Arfi. (nov/dbs/ihram)

 

Baca juga:

14 Pesawat Garuda Indonesia Disiapkan untuk Musim Haji 2019


Back to Top