BI Siap Terlibat dalam Kemajuan Ekonomi Syariah di Pesantren

gomuslim.co.id – Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terlibat dalam memajukan Ekonomi Syariah Pesantren. Kini, BI telah menggandeng 240 pesantren untuk pengembangan unit usaha Syariah. kerja sama dengan pesantren guna menciptakan unit-unit usaha yang bisa membawa kemandiiran.

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Suhaedi mengungkapkan langkah ini guna mendorong industri keuangan syariah dan memajukan potensi usaha mikro syariah. Katanya, Keseluruhan aspek kerja sama meliputi pendampingan bisnis, bantuan alat hingga pelatihan pencatatan keuangan juga difasilitasi Bank Indonesia. 

“Kita bekerjasama dengan 240 pesantren untuk melahirkan para santri yang bukan hanya ahli fikih melainkan juga ilmu sugih atau menjadi kaya artinya bisa menggerakan ekonomi,” ungkap Suhaedi saat konferensi pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (7/11/2019). 

Menurutnya, jumlah pesantren mencapai 25 ribu di seluruh Indonesia, oleh karena itu, peran pesantren menjadi penting pada bidang ekonomi dengan memperkenalkan kewirausahan kepada para santri, sehingga pergerakan kegiatan ekonomi syariah dapat tumbuh cepat dan tinggi. 

 

Baca juga:

Bank Indonesia Klaim RI Peringkat Pertama Dunia Keuangan Syariah

 

“Pesantren juga berperan penggerak ekonomi daerahnya masing-masing. Peran pesantren dipimpin oleh tokoh masyarakat sehingga kalau pesantren juga mulai mengembangkan ekonomi atau perkenalkan wirausaha akan dapat menjadi contoh dan diikuti masyarakat sekitaranya, sehingga juga ikut tergerak apalagi berbasis syariah,” jelasnya. 

Hanya saja, Suhaedi mengaku, masih ada hambatan mendorong ekonomi syariah. Setidaknya masyarakat masih minim edukasi mengenai keuangan syariah maka diperlukan kerja sama antara beberapa pihak terkait untuk memfasilitasinya. 

“Selama ini potensi masyarakat pengembangan ekonomi syariah karena kesadaran, kemampuan terbatas belum optimal. Masalah  pemahaman jadi harus dilakukan, bagaimana lebih mengenal ekonomi syariah, mengadakan forum bagaimana mengembangkan ekonomi syariah disertai kegiatan riset dengan perguruan tinggi, sehingga mendukung sektor rill dan lembaga keuangan syariahnya,” ucapnya. 

Ia berharap, ke depan Bank Indonesia tentang pertumbuhan ekonomi syariah dapat mencapai 50 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Sekaligus mengembangkan peran wakaf secara produktif di Indonesia.  

“Mendorong ZIS terutama wakaf, Badan Wakaf Indonesia bagaiamna optimalkan aset wakaf di Indonesia, dimanfaatkan secara produktif. Wakaf punya peran besar dan jangka panjang. Jadi aspek keuangan syariah bukan semata-mata persoalan halal dan haram tapi berkembang efisien dan memiliki daya saing lainnya, merupakan pilihan,” pungkasnya. (hmz/sindonews/dbs) 

 

 

Baca juga:

Pasca RUU Sah, Kemenag Harap Pesantren Tetap Mandiri Tidak Bergantung pada Negara


Back to Top