Mundur dari Jadwal Awal, Fitur Syariah LinkAja Akan Rilis Akhir Ini

gomuslim.co.id – Peluncuran fitur syariah pada aplikasi LinkAja dipastikan akan ditunda hingga akhir tahun ini. Penundaan dilakukan mengingat PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) masih menunggu persetujuan dari Bank Indonesia (BI).

Direktur Utama LinkAja, Danu Wicaksana mengatakan proses di Bank Indonesia membutuhkan 45 hari kerja. Dengan demikian, pihaknya memperkirakan fitur LinkAja syariah akan bisa diluncurkan pada akhir Desember 2019.

“Tapi kita sudah mendapatkan sertifikasi syariah dari MUI beberapa waktu lalu. Sekarang yang kita harus tunggu ialah mendapatkan persetujuan dari Bank Indonesia. 45 hari kerja itu selesai kalau nggak salah akhir Desember. Semoga sebelum itu ya tapi kita harus menunggu proses di BI," ujarnya, Rabu (13/11/2019).

Danu menjelaskan, untuk memiliki fitur syariah merupakan suatu hal yang baru. Belum ada uang elektronik fitur syariah, maka dari itu harus melewati beberapa tahap. Tahapan tersebut meliputi pemilihan DPS (Dewan Pengawas Syariah), sertifikasi dari MUI, dan terakhir adalah persetujuan dari Bank Indonesia.

Lebih lanjut, Danu menuturkan ke depan, pihaknya akan bekerja sama dengan berbagai perusahaan yang memiliki akad syariah seperti pada merchant, pembiayaan, donasi di masjid, komunitas pesantren, dan perusahaan dari luar BUMN.

"Kita kerja sama dengan berbagai perusahaan yang memang memiliki syariah misalkan donasi-donasi di masjid misalkan komunitas pesantren dan sebagainya," tuturnya.

Menurutnya, perbedaan LinkAja yang sudah ada dengan LinkAja Syariah hanyalah pada perlakuan (treatment) layanan keuangan saja. Selain itu, produk layanan keuangan juga bukan pinjaman konvensional dengan bunga, tetapi pembiayaan dengan akad tertentu seperti halnya mudharabah.

 

Baca juga:

Dirut LinkAja Pastikan Layanan Syariah Sudah Terima Izin dari Bank Indonesia

 

"Bisnis uang elektronik itu enggak ada bedanya karena uang is uang. Tapi treatment dari uang tersebut itu ada yang konvensional dan syariah. Jadi ditempatkan di bank syariah lalu transaksinya juga enggak ada cashback yang berasal dari saya tapi dari merchant," paparnya.

Di sisi lain, LinkAja resmi menjadi satu-satunya uang elektronik yang memiliki layanan pembayaran BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK). Kerjasama ini untuk mempermudah pembayaran BPJAMSOSTEK dengan manfaat program antara lain Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan Jaminan Hari Tua bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

"Salah satu komitmen kami untuk dapat menjawab tantangan utama di bidang pembayaran digital, yaitu kebiasaan masyarakat dalam menggunakan uang tunai dan akses terhadap layanan keuangan yang masih terbatas," kata Danu.

Perlindungan BPJAMSOSTEK sendiri pada dasarnya mencakup tiga jenis kepesertaan, yaitu Penerima Upah (PU), BPU, dan PMI. Namun, untuk saat ini, layanan yang dapat dilakukan melalui aplikasi LinkAja adalah pembayaran BPJAMSOSTEK bagi peserta BPU dan PMI.

Fitur BPJS Kesehatan, dan juga BPJS Jamsostek akan ada juga di Link Aja syariah. Namun Produk asuransinya harus berbasis syariah dan pembiayaan juga berbasis syariah. (jms/kontan/dbs)

 

 

Baca juga:

Ini Tiga Perbedaan Antara LinkAja Syariah dan LinkAja Konvensional


Back to Top