UMKM Pesantren Dapat Pelatihan Kewirausahaan Digital dari Pemerintah dan Bukalapak

gomuslim.co.id – Kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Pesantren di Tasikmalaya mendapat Pelatihan Kewirausahaan Digital Terintegrasi, Selasa (12/11/2019). Pelatihan ini terselenggara berkat kerjasama antara Kementerian Agama, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koperasi dan UKM, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, PT. Bukalapak.com serta Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Ekonomi Umat yang dikoordinatori oleh Kemenko Perekonomian. Pelatihan ini adalah perwujudan Kebijakan Pemerataan Ekonomi (KPE) dan tindak lanjut implementasi dari rekomendasi Kongres Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia pada 2017 silam.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Ketenagakerjaan Kabupaten Tasikmalaya Edi Rukmana menyampaikan ragam produk UMKM yang mayoritas tersebar di 39 Kecamatan dan 351 Desa.

“Jenis produk UMKM Kabupaten Tasikmalaya banyak berupa kerajinan tangan seperti anyaman dari mending, pandan, bambu, lidi dan besi," ujarnya.

Selain itu, banyak juga produk berupa makanan dan minuman khas, souvenir, konveksi maupun bordir yang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal, tapi juga ke pasar nasional dan bahkan internasional.

Asisten Deputi Pendampingan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Rahmadi sependapat bahwa UMKM berbasis pesantren masih perlu diperkuat. Hadirnya PLUT-KUMKM memiliki peran untuk pendampingan, pembinaan, pelatihan, konsultasi, hingga penyediaan ruang galeri sekaligus pemasaran dan promosi produk UMKM berbasis pesantren.

“Salah satu problem yang dihadapi oleh UMKM pesantren adalah minimnya akses perizinan produk, kreativitas pengemasan produk serta pemasaran. Dalam pelatihan ini, 30 peserta dari UMKM Pesantren yang lolos seleksi akan mendapat materi-materi yang dapat menjawab problematika yang dihadapi mereka," tutur Rahmadi.

 

Baca juga:

Gandeng Bukalapak, UKM Pesantren Go Digital

 

Terpisah, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ahmad Zayadi berkomitmen akan mendorong keterlibatan aktif UMKM pesantren serta dukungan melalui program lifeskill dan bantuan vokasional. Zayadi berharap pelatihan kolaborasi semacam ini dapat mewujudkan pesantren yang lebih mandiri, baik secara ekonomi untuk membantu kebutuhan operasional maupun pengembangan sarana dan prasarana pesantren.

“Pemberdayaan UMKM berbasis pesantren melalui pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu fungsi pesantren yakni pemberdayaan masyarakat, tentunya selain dalam fungsi dakwah dan pendidikan,” tuturnya.

Data EMIS Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyebutkan ada sekitar 7.650 pesantren dengan jenis UMKM yang berpotensi untuk dikembangkan. Hal ini yang diharapkan dapat merambah pada perluasan akses pemasaran dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi.

Pelaku usaha dari komunitas pesantren dituntut menjadi bagian dari teknologi internet dalam komunitas global dengan pemanfataan teknologi informasi melalui e-commerce. “Pertumbuhan marketplace dan laju internet menjadi media yang sangat efektif. Para pengusaha UMKM berbasis pesantren sepatutnya bisa mengimbangi dan memanfaatkan media yang semakin canggih ini,” harap Zayadi.

Piloting program Pelatihan Kewirausahaan Digital Terintegrasi Bagi UMKM Berbasis Pesantren tahun 2019 dilakukan di Kabupaten Tasikmalaya. Program ini akan direplikasi pada tahun berikutnya dengan menempatkan pelatihan di PLUT-KUMKM Kabupaten/Kota. Sebab, PLUT-KUMKM akan sangat berperan banyak pasca pelatihan serta penyediaan etalase digital bagi UMKM Pesantren pada marketplace Bukalapak. (jms/kemenag)

 

 

Baca juga:

Lirik Potensi Produk Halal, BukaLapak Siapkan Rencana Pengembangan Fitur Syariah


Back to Top