Kemenag Buka 5.815 Formasi CPNS 2019, Ini Detail Formasinya

gomuslim.co.id - Kementerian Agama ( Kemenag) membuka pendaftaran penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS) yang telah diumumkan pada Jumat, (08/11/2019).

Berdasarkan surat pengumuman Nomor: P-7986/SJ/B.II.2/KP/00.2/11/2019 tentang Pelaksanaan Seleksi CPNS Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun Anggaran 2019 disebutkan pihaknya membuka sebanyak 5.815 formasi untuk CPNS 2019.

Adapun, 5.815 formasi tersebut nantinya tersebar di 142 unit penempatan kerja baik di pusat maupun daerah.

Pada pendaftaran kali ini, Kemenag membutuhkan sebanyak 5.099 formasi umum dan 716 formasi khusus yang terdiri dari, lulusan terbaik, disabilitas, diaspora, putra-putri Papua dan Papua Barat. Keseluruhan formasi ini terbagi menjadi 6 kategori jabatan, yakni guru, dosen, penghulu, jabatan fungsional, penyuluh agama, dan pelaksana.

Berikut rincian mengenai jabatan dan alokasi formasi yang dibutuhkan untuk CPNS 2019 Kemenag:

1. Ahli Pertama-Guru Agama Islam, 39 formasi

2. Ahli Pertama-Guru Agama Katolik, 4 formasi

3. Ahli Pertama-Guru Akuntansi, 1 formasi

4. Ahli Pertama-Guru Al-Quran Hadits, 105 formasi

5. Ahli Pertama-Guru Antropologi, 5 formasi

6. Ahli Pertama-Guru Aqidah Akhlak, 82 formasi

7. Ahli Pertama-Guru Bahasa Arab, 124 formasi

8. Ahli Pertama-Guru Bahasa Asing, 1 formasi

9. Ahli Pertama-Guru Bahasa Indonesia, 121 formasi

10. Ahli Pertama-Guru Bahasa Inggris, 92 formasi

11. Ahli Pertama-Guru Bahasa Jepang, 3 formasi

12. Ahli Pertama-Guru Bahasa Jerman, 3 formasi

13. Ahli Pertama-Guru Bimbingan Konseling, 114 formasi

14. Ahli Pertama-Guru Biologi, 54 formasi

15. Ahli Pertama-Guru Ekonomi, 68 formasi

16. Ahli Pertama-Guru Elektronika, 1 formasi

17. Ahli Pertama-Guru Fikih, 65 formasi

18. Ahli Pertama-Guru Fisika, 75 formasi

19. Ahli Pertama-Guru Geografi, 63 formasi

20. Ahli Pertama-Guru IPA, 65 formasi

21. Ahli Pertama-Guru IPS, 55 formasi

22. Ahli Pertama-Guru Kelas, 136 formasi

23. Ahli Pertama-Guru Kimia, 59 formasi

24. Ahli Pertama-Guru Matematika, 104 formasi

25. Ahli Pertama-Guru Muatan Lokal, 18 formasi

26. Ahli Pertama-Guru Penjasorkes, 118 formasi

27. Ahli Pertama-Guru PPKN, 57 formasi

28. Ahli Pertama-Guru Prakarya dan Kewirausahaan, 35 formasi

29. Ahli Pertama-Guru Sejarah, 63 formasi

30. Ahli Pertama-Guru Seni Budaya, 69 formasi

31. Ahli Pertama-Guru Sosiologi, 50 formasi

32. Ahli Pertama-Guru TIK, 42 formasi

 

Dosen  

33. Asisten Ahli, 2016 formasi  

34. Lektor, 115 formasi

 

Penghulu  

35. Ahli Pertama-Penghulu, 151 formasi

 

Jabatan Fungsional  

36. Ahli Pertama-Analis Anggaran, 6 formasi  

37. Ahli Pertama-Analis Kebijakan, 16 formasi  

38. Ahli Pertama-Analis Kepegawaian, 70 formasi  

39. Ahli Pertama-Analis Pengelolaan Keuangan APBN, 6 formasi  

40. Ahli Pertama-Apoteker, 4 formasi  

41. Ahli Pertama-Arsiparis, 111 formasi  

42. Ahli Pertama-Assessor SDM Aparatur, 2 formasi  

43. Ahli Pertama-Auditor, 22 formasi  

44. Ahli Pertama-Dokter, 4 formasi  

45. Ahli Pertama-Dokter Gigi, 1 formasi  

46. Ahli Pertama-Peneliti, 16 formasi  

47. Ahli Pertama-Penerjemah, 2 formasi  

48. Ahli Pertama-Pengelola Pengadaan barang/Jasa, 16 formasi  

49. Ahli Pertama-Perancang Peraturan Perundang-undangan, 2 formasi  

50. Ahli Pertama-Perawat, 2 formasi  

51. Ahli Pertama-Perencana, 79 formasi  

52. Ahli Pertama-Pranata Hubungan Masyarakat, 58 formasi  

53. Ahli Pertama-Pranata komputer, 238 formasi  

54. Ahli Pertama-Pustakawan, 85 formasi  

55. Ahli Pertama-Statistisi, 12 formasi  

56. Ahli Pertama-Widyaiswara, 18 formasi

 

Penyuluh Agama  

57. Islam, 92 formasi  

58. Kristen, 21 formasi  

59. Katolik, 17 formasi  

60. Hindu, 9 formasi  

61. Buddha, 8 formasi

Pelaksana, 723 formasi

 

Untuk pelayanan dan penjelasan informasi mengenai pelaksanaan seleksi CPNS dapat menghubungi call center panitia pada Senin-Jumat, pukul 09.00-16.00 WIB, melalui telepon (021) 3802800, laman resmi https:// kemenag.go.id, Instagram @kemenag_ri atau @cpnskemenag2019, dan Twitter @Kemenag_RI. (hmz/rilis/kemenag)

 

 

Baca juga:

Dirjen Pendis Kemenag: Pusat Kajian Moderasi Agama Wajib Ada


Back to Top