Lembaga Sertifikasi Halal Amerika Tawarkan Kerjasama dengan BPJPH

gomuslim.co.id – Lembaga Sertifikasi Halal Amerika (ISWA Halal Certification Department) melakukan kunjungan ke kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu, (13/11/2019). Kunjungan yang dipimpin langsung Pimpinan ISWA, Habib A Ghanim tersebut diterima langsung oleh Menteri Agama, Fachrul Razi.

Dalam sambutannya, Ghanim mengatakan kunjungannya untuk menjajaki kemungkinan sinergi dengan Kemenag dalam sertifikasi halal. ISWA Halal berharap agar sertifikasi yang dilakukannya mendapat pengakuan dari Indonesia.

Menag Fachrul Razi menyambut baik tawaran kerjasama ini. Namun, kata Menag, kerjasama tersebut juga harus melibatkan Kemenlu.

“Kita akan diskusikan lebih jauh. Karena itu menjadi domain Kementerian Luar Negeri juga. Kita dapat support anda. Kita akan lakukan yang terbaik untuk anda,” ujarnya.

Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi BPJH Kementerian Agama Mastuki menyatakan bahwa kerjasama semacam ini tengah dilakukan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Hal ini dimaksudkan untuk pengakuan hasil sertifikasi dari kedua belah pihak.

“Hasil dari produk yang telah disertifikasi oleh Indonesia juga bisa masuk ke negara lain,” ungkap Mastuki.

Hadir juga mendampingi Menag, Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan Jaminan Produk Halal BPJPH Siti Aminah, serta Kepala Bagian TU Pimpinan Khoirul Huda.

 

 

Baca juga:

Mulai 2021, Jaket Kulit Hingga Wadah Makan Wajib Bersertifikasi Halal

 

 

Sebelumnya, Menag menyampaikan bahwa Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) yang menjadi dasar bagi pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama untuk membentuk BPJPH

"Regulasi ini sangat penting dan strategis karena ranah halal telah menjadi urusan dan kepentingan nasional. Bukan urusan individu warga negara semata," tuturnya.

Menag menilai, penerapan regulasi tentang JPH ini juga mengamanatkan adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Regulasi mengamanahkan agar jaminan produk halal bisa meningkatkan nilai tambah ekonomi, dan meningkatkan daya saing pelaku usaha dalam memproduksi dan menjual produk halal kepada masyarakat," ungkapnya. (jms/kemenag)

 

 

Baca juga:

Regulasi JPH Amanatkan Peningkatan Nilai Ekonomi dan Daya Saing Pelaku Usaha


Back to Top