Begini Cerita Enam Pedagang Afrika Bawa Islam ke Tanah Amerika

gomuslim.co.id – Setelah abad ke-10, Islam masuk ke Afrika Barat. Melalui pedagang yang menjadi salah satu mata rantai, Islam dating kepada kaum Mandinga. Ini berarti, banyak orang Afrika Barat telah mengenal Islam jauh sebelum ajaran itu menyebar ke Eropa selama kekaisaran Ottoman dan Amerika melalui Moriscos dan para budak Transatlantik.

Dilansir kantor berita About Islam pada Kamis, (14/11/2019), ada setidaknya enam orang Afrika yang membawa Islam ke tanah Amerika. Ke enam orang penyebar Islam inilah yang menjadi pedagang wilayah Tanah Amerika.

Ayuba Suleiman Diallo atau Ayub Job Djallo lahir di Senegal dari keluarga Muslim Fulbe yang disegani. Dia juga dikenal sebagai Ayub Ben Solomon. Dia menulis beberapa memoar dan menjadi budak di Maryland, Amerika Serikat, selama beberapa tahun.

Dia dijual menjadi budak sebagai akibat dari kebingungan, hingga akhirnya kembali ke rumah di Senegal, ke akar aristokratnya yang masih seorang Muslim.

 

Baca juga:

Begini Perkembangan Dakwah Islam di Winnipeg Kanada

 

Kemudian, Bilali Muhammad, lahir sekitar tahun 1770 di daerah Afrika yang dikenal sebagai Guinea dan Sierra Leone saat ini, Bilali Muhammad adalah seorang elit dari suku Fulani. Dia tahu bahasa Arab dan berpengetahuan luas dalam masalah hadis, tafsir, dan syariah. Karena dia dididik, dia diizinkan untuk naik status di komunitas budak.

Bilali Muhammad bahkan menulis naskah 13 halaman tentang hukum Islam dari Mazhab Maliki yang disebut Dokumen Bilali yang ia berikan kepada temannya sebelum kematiannya. Naskah itu dianggap sebagai buku harian sampai diuraikan di universitas al-Azhar di Kairo. Naskahnya juga dikenal sebagai Ben Ali Diary atau Ben Ali Journal.

Lalu, Yarrow Mamout, dimana ia dilahirkan di Guinea, Yarrow Mamood lahir pada 1736 dan meninggal pada 1823 sebagai orang yang bebas, tidak berstatus budak. Dia tiba di usia 14 tahun di Maryland bersama saudara perempuannya.

Dia memiliki pengetahuan dalam bahasa Arab, dan mempraktikkan Islam secara terbuka sampai kematiannya.

Ummar ibn Sayyid atau Omar ibn Said, lahir di Fuuta Toro, Senegal pada 1770. Ditangkap pada 1807, ia dikenal sebagai Omar Moreau dan Pangeran Omeroh menurut Muslimofusa.

Meskipun ada laporan yang mengatakan bahwa ia masuk Kristen di kemudian hari, banyak sumber mengatakan bahwa ada lebih dari yang terlihat dalam situasinya. Meskipun demikian, ia dikenal sebagai cendekiawan muslim berpengetahuan luas di banyak bidang, mulai dari ilmu hitung hingga teologi yang menulis beberapa teks Arab.

Ibrahim Abdulrahman ibn Sori lahir di Guinea. Dia juga dikenal sebagai The Prince Amonsgt Slaves. Sebagai Putra Raja Sori dari desa Timbo, Abdulrahman adalah seorang pemimpin militer. Dia menjadi budak sebagai akibat dari penyergapan dan dijual kepada pemilik budak dengan nama Thomas Foster di Mississipi.

Dia menikah dan punya anak. Dia bekerja selama 40 tahun sebelum pembebasannya. Dia meninggal selama perjalanannya kembali. Dia bahkan menulis surat kepada keluarganya di Afrika Barat dalam bahasa Arab yang dibacakan oleh Sultan Maroko Abderrahmane yang merasa sangat tersentuh dan mengajukan petisi kepada Presiden AS John Quincy Adams untuk membebaskannya.

Salih Bilali lahir di Mali dan ditangkap pada 1782. menurut Abolition Institute, dilaporkan bahwa kata-kata terakhirnya sebelum kematiannya adalah syahadat. Robert Abbot, pendiri Chicago Defender, adalah keturunannya, sebagai kesimpulan, semua benua berkontribusi terhadap penyebaran Islam, termasuk Afrika. (hmz/aboutislam)

 

 

Baca juga:

Asosiasi Muslim Afrika Timur Dukung Komunitas Mangoci Pertahankan Muslimah Kenakan Hijab


Back to Top