#ISEF2019

Bentuk Unit Investasi Syariah, Taspen Ambil Peran Manfaatkan Peluang  

gomuslim.co.id – Sejumlah perseroan turut serta dalam mendorong pengembangan industri keuangan syariah di Tanah Air. Salah satunya seperti PT Taspen (Persero) yang membentuk unit investasi syariah. Rencananya, pembentukan unit syariah ini dimulai pada 1 Januari 2020 mendatang.

Direktur Utama Taspen, Iqbal Latanro mengatakan peluang dari pangsa pasar produk dan jasa berbasis ekonomi syariah masih sangat besar. Selain itu, minat nasabah terkait transaksi bagi hasil atau syariah masih terbilang tinggi.

"Sebagai pengelola program THT, Pensiun, JKK JKM ASN dan Pejabat Negara, Taspen mengambil peran dalam memanfaatkan peluang bisnis syariah. Taspen resmi deklarasikan pembentukan unit investasi syariah. Jadi transaksi-transaksinya akan berdasarkan akad syariah," ujarnya dalam Indonesia Sharia Economic Festival ISEF 2019, di JCC Senayan, Jakarta, Kamis, (14/11/2019).

Berdasarkan Global Islamic Economy Report, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim mencapai 87,18 persen dari populasi 232,5 juta jiwa. Ini adalah ukuran pangsa pasar produk dan jasa berbasis ekonomi syariah yang sangat besar.

Di sisi lain, pemerintah telah berkomitmen untuk mewujudkan ekonomi syariah yang inklusif dan mampu mensejahterahkan masyarakat.

Saat ini, Taspen telah memiliki instrumen investasi syariah sebesar Rp9,1 triliun pada tahun 2018 dengan peningkatan rata-rata dari tahun 2016 sebesar 34 persen, yang terdiri atas saham yang terdaftar pada Jakarta Islamic Capital Market (Jakisl), Sukuk dan SBSN.

 

Baca juga:

Ini Kata Deputi Gubernur BI tentang Nilai Ekonomi Syariah dan Industri Halal Indonesia

 

Adapun, total dana investasi yang dikelola oleh Taspen yakni sebesar Rp 254 triliun. Dana itu terdiri dana akumulasi pensiun dan dana pengelolaan Tabungan Hari Tua (THT).

"Kami tidak mengalokasikan secara khusus mengenai berapa yang prinsip syariah, tapi kami akan melihat kalau ada peluang untuk masuk tentu kami masuk," katanya.

Iqbal menambahkan, ada beberapa pemerintah daerah yang mengutarakan kebutuhannya untuk dilayani secara syariah salah satunya adalah Aceh. Untuk itu, Unit Usaha Syariah Taspen diharapkan bisa membantu perluasan layanan kepada para pesertanya di seluruh Indonesia.

"Taspen berupaya terbaik untuk menjawab kebutuhan peserta kami dengan menginisiasi pemisahan pengelolaan investasi syariah dengan membentuk Unit Investasi Syariah demi menciptakan pengelolaan investasi syariah yang lebih agile dan efektif," katanya.

Pihaknya berharap ke depan pemerintah dapat memberikan dukungan kepada pelaku industri keuangan syariah. Dukungan bisa berupa insentif yang akan mendorong para investor untuk berinvestasi pada industri keuangan syariah.

"Selain itu, kami juga berharap agar proses harmonisasi regulasi industri keuangan syariah juga menjadi agenda yang dilakukan dengan melibatkan berbagai stakeholders industri keuangan syariah itu sendiri," pungkasnya. (jms)

 

 

Baca juga:

Rencana ‘Spin-off’ Unit Usaha Syariah Bank Jatim Masih Tahap Kajian


Back to Top