Menag: Produksi Obat dalam Negeri Mudahkan Proses Sertifikasi Halal

gomuslim.co.id – Menteri Agama RI, Fachrul Razi mendorong pengembangan investasi di bidang farmasi. Hal ini agar obat-obatan bisa diproduksi di dalam negeri sekaligus memudahkan proses sertifikasi halal.

“Sebab, kalau obat masih impor dari luar negeri, pengecekan kehalalannya menjadi lebih susah. Obat impor juga berakibat pada harga yang mahal,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) membahas Investasi Industri Farmasi di Kemenko Maritim Jl. Thamrin No.8, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Menurut Fachrul Razi, jika obat sudah ada sertifikasi halal, masyarakat akan merasa lebih tenang. “Kalau sudah ada sertifikasi halal kan tenang. Dari aspek agama, kami mendorong sebanyak mungkin obat-obatan di produksi dalam negeri,” kata Menag.

Rapat hhang dipimpin Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dihadiri sejumlah Kementerian dan Lembaga Negara. Selain Menag, hadir pula Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Tampak hadir juga, perwakilan dari Kemendag, Badan POM dan dan Badan Koordinasi Penanaman Modal Penanaman Modal (BPKM).

 

Baca juga:

Regulasi JPH Amanatkan Peningkatan Nilai Ekonomi dan Daya Saing Pelaku Usaha

 

Luhut menjelaskan, Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 menyebut bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Namun, pada kenyataannya masih saja, yang dicover BPJS masih banyak orang-orang mampu. Luhut Binsar Panjaitan meminta agar persoalan obat di Indonesia segera selesai.

“Jangan adalagi masalah pada investasi obat-obatan, dan label halal. Jangan sampai orang-orang terhambat investasi. Apalagi mempersulit kita sendiri,” ungkapnya. (jms/kemenag)

 

 

Baca juga:

Terkait UU JPH, Pemerintah Siapkan Pembebasan Biaya Sertifikasi Halal


Back to Top