#ISEF2019

The Purun Label, Brand Tas Milik Desainer Abaya Vivi Zubedi Diperkenalkan di ISEF 2019

gomuslim.co.id – Desainer yang terkenal dengan rancangan busana muslim Abaya, Vivi Zubedi meluncurkan label yang ia beri nama The Purun. Kali bukan abaya ataupun ready to waer, melainkan  aksesori yang terbuat dari purun.

“Hari ini saya mewakili sebagai 3 bagian yakni sebagai desainer Vivi Zubedi, Director of IKRA Indonesia, serta CEO desainer dari The Purun Label. Ikra adalah sebuah inisiasi gerakan dari Vivi Zubedi Foundation dan Bank Indonesia yang berfokus untuk mengembangkan UMKM d seluruh provinsi di Indonesia. Selain itu saya hadirkan The Purun Label yang berasal dari bahan-bahan yang kita ambil dari Banjarbaru Borneo Kalimantan Selatan,” terangnya saat konferensi pers di acara Sustainable &A Ethical Fashion, Kamis (15/11/2019).

Lebih lanjut, kata Vivi, dia sebagai dewanIKRA Indonesia membina para pengrajin dari Banjarbaru untuk mengupgrade bahan yang mereka kelola untuk menjadi bakul.

“Saya mengkolaborasikan dalam show ini, peluncuran The Purun Label dari Banjarbaru dibawah IKRA Indonesia,” tuturnya.

 

 

Meski, ia mengaku besar karena membuat abaya, ia sadar bahwa konsumen membutuhkan berbagai macam aksesoris lain, mulai dari head to toe.

Purun (Lepironia articulata) adalah tanaman sejenis rumput yang banyak ditemukan di rawa-rawa atau tanah payau. Vivi sendiri menggunakan purun olahan perajin di Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Purun diolah dengan cara dijemur, dipipihkan, diwarnai, dikeringkan, kemudian dianyam menjadi berbagai macam produk seperti tas dan topi.

Hampir 90 persen dari populasi di daerah tersebut adalah perajin purun dan menggantungkan hidup mereka pada penjualan kerajinan yang berbahan dasar purun.Sayangnya, hasil kreasi mereka kurang diminati.

"Setelah ditelusuri permasalahannya, mereka ternyata tidak ada media promosi dan susah untuk mendistribusikan. Mereka hanya bisa buka lapak di depan rumah, sementara mereka setiap hari bikin tas dari purun. Bayangkan mau dikemanakan jualan mereka?" kata Vivi.

Menurut Vivi, purun buatan mereka bisa menjadi sebuah produk fashion. Apalagi, kata Vivi, Dolce & Gabbana juga sudah pernah mengeluarkan koleksi tas berbahan purun.

 

 

Selama dua bulan Vivi mendedikasikan diri untuk membina perajin membuat produk-produk yang memiliki nilai tambah. Ia bahkan tinggal sementara di Banjarbaru. Kebetulan juga suaminya berasal dari Kalimantan Selatan.

Hasilnya deretan tas dan topi dalam nuansa Bohemian yang eklektik dan penuh warna semarak. Tas dan topi yang dulu polos kini berhiaskan detail pompom, renda, potongan cermin, manik-manik, hingga patch berwarna off-white yang menjadi daya tarik tersendiri.

Dalam kesempatan kali ini, Vivi juga mengajak pengrajin dari Banjar Baru hadir di stage Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019. (nov/gomuslim)


Back to Top