#ISEF2019

PPHI Siap Dorong Pemerintah Demi Percepatan Wisata Halal

gomuslim.co.id – Ekonomi syaria telah berkembang pesat dan menjadi salah satu potensi besar yang menarik perhatian global. Pelaksanaan Indonesia Sharia Economy Festival 2019 ke enam tahun ini kembali menyoroti wisata halal sebagai salah satu potensi besar Indonesia yang menarik perhatian internasional.

Ketua Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia dan CEO SofyanCorp, Riyanto Sofyan mengatakan, melalui beragam kegiatan seperti business matching, business deals signing ceremony, exhibition, showcase lounge, dan konferensi, terbangun kesadaran akan saling mendukung dalam komunitas bisnis dan lintas sektor.

”Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI) merasa bangga bisa berkolaborasi dengan Bank Indonesia dan menjadi bagian dari 6 tahun Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019 yang menjadi perhelatan ekonomi syaria terbesar yang pemah diselenggarakan di Indonesia. Semoga perhelatan ini bisa menjadi langkah bersejarah menuju Indonesia sebagai pusat dari ekonomi islami global,” ungkap Riyanto Sofyan dalam talkshow The Global Islamic Economy, di ISEF 2019, JCC Jakarta pada Jumat, (15/11/2019).

Menurutnya, pasar akan pariwisata halal telah membuka mata dunia akan sebuah potensi ekonomi yang sangat besar. Katanya, dunia internasional telah menyadari potensi baru ini bahkan telah melampaui jumlah pemasukan dari turis pada umumnya seperti misalnya dari Cina.

 

Baca juga:

Deputi Gubernur Senior BI: Fesyen Etis dan Berkelanjutan adalah Implementasi dari Ekonomi Syariah

 

Melalui perhelatan ini, semua pihak yang terlibat dalam ekonomi syariah baik itu pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan juga masyarakat umum mendapat wadah untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai bagaimana ekonomi syariah telah menjadi bagian dari gaya hidup masa kini.

Sebagai target pasar, pariwisata halal tidak lagi menjadi kebutuhan bagi kalangan terbatas saja. Tuntutan akan adanya konsep halal atau yang lebih berkembang sebagai moslem friendly atau telah berkembang sangat pesat dan hal ini harus menjadi pertimbangan utama dalam pengembangan wisata di Indonesia.

Keberagaman budaya di Indonesia dengan kepulauan yang sangat indah akan selalu menjadi daya tarik bagi turis untuk berkunjung ke Indonesia. Sementara itu, pada tahun 2019 Indonesia mengalami peningkatan yang luar biasa dalam hal penilaian rating index milik Global Muslim Travel Index dengan menduduki posisi nomor satu di dunia dan diselenggarakannya Indonesia Muslim Travel Index untuk mendorong peningkatan pariwisata halal di Indonesia.

Dengan pertumbuhan fasilitas, perbaikan kualitas, dan bahkan dukungan dari sistem perbankan yang selaras, pariwisata halal di Indonesia akan semakin meningkatkan daya tarik tujuan wisata dan memberlkan tingkat kenyamanan lebih bagi turis muslim potensual yang hadlr.

Ia mengungkapkan, di sektor Pariwisata Halal, Bank Indonesia mengajak Masyarakat Ekonomi Syarian serta Perkumpulan Pariwisata Halal Indonesia dan Kementerian Pariwisata untuk turut mengelola kegiatan ini.

Untuk diketahui, kegiatan ISEF 5th 2019 dengan tema Embracing Sharla Economics for Stronger and Sustainable Growth di Jakarta juga bertujuan mempertemukan para pembeli dan penjual produk wisata halal serta investasi untuk mengembangkan wisata halal.

Sekitar sepuluh provinsi dengan destinasi wisata halal unggulan yang terlibat, diantaranya adalah Aceh, Riau dan Kepulauan Riau, Sumatera Barat, DKl Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat yang turut serta dalam pameran serta Indonesia Halal Tourism Conference (IHTC) 2019 dengan peserta dari seluruh penjuru Indonesia sebanyak kurang-lebih 250 orang.

Konferensi IHTC 2019 kali ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Halal Tourism Business Forum pada tahun sebelumnya. Kali in menampilkan para pembicara yaitu Anwar Bashori (Bl), Dhias Widhiyanti (BNI Syariah), Daler Amonov (Rusia), Nurundin N. Ting (Taiwan), Ana ng Sutono (Kemenparekraf), Fazal Bahardeen, Rafi Udin Shikoh, Riyanto Sofyan (PPHI), dan Imaduddin Indrissobir (PPHI).

Tema pembahasan dalam konferensi ini adalah ‘Sustainable Halal Tourism to Ensure Better and Continous Development’ untuk membahas permasalahan outlook Pariwisata Halal pada masa mendatang, target pasar wisata halal untuk Indonesia dan perubahan tren pasar wisata halal dengan hadirnya revolusi lndustri 4.0. Keberlanjutan pada industri ini adalah untuk membangun kesejarhteraan bagi para pelaku dunia usaha dan perbaikan dunia di masa depan.

Dengan populasi muslim yang sangat besar sekitar 1,8 milyar dari penduduk dunia menjadikan potensi pasar muslim sejajar dengan potensi pasar di Republik Rakyat Cina. Selaln itu, tantangan perubahan teknologi komunikasi dan transportasi telah banyak mengubah gaya hidup di dunia, perjalanan wisata kini banyak melibatkan kelompok usia muda dan kaum perempuan sebagai faktor penting dalam gaya wisata dunia harus mampu dijawab oleh para pemangku kepentingan pariwisata halal.

Terwujudnya ekosistem pariwisata yang baik akan mendukung upaya menjual destinasi pariwisata dan dapat mempermudah berkembangnya Pariwisata Halal di Indonesia. Di tahun 2019 begitu banyak muncul isu yang mempertanyakan sektor pariwisata halal di Indonesia.

Harapannya adalah munculnya kesadaran dan saling memahami dari berbagai kalangan tarhadap potensi wista halal untuk menjaring wisatawan baik manca negara maupun nusantara yang berpergian menuju destinasi halal. (hmz/gomuslim)

 

 

Baca juga:

Melalui Sustainable & Ethical Fashion di ISEF 2019, 78 Desainer Dukung Fesyen Berkelanjutan


Back to Top