Daarut Tauhid Sabet Penghargaan Pesantren Unggul Tingkat Nasional

gomuslim.co.id - Daarut Tauhiid (DT) berhasil menyabet penghargaan program pesantren unggulan dari Bank Indonesia (BI). Ketua Yayasan DT, Gatot Kunta Kumara mengaku bersyukur atas peneguhan DT sebagai pesantren yang memiliki banyak keunggulan.

Menurutnya, dari ribuan pesantren di Provinsi Jawa Barat, DT terpilih mewakili regional Jawa Barat. Selanjutnya, DT berkompetisi dengan dua pesantren unggulan lain dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Program ini dilakukan oleh BI di seluruh regional dan kita ikut di Regional Jawa Barat. Setiap regional di seluruh provinsi, dipilih satu untuk mewakili, agar bisa menjadi pesantren unggul tingkat nasional. Di regional Pulau Jawa yang lolos salah satunya DT, akhirnya BI mengundang kita ke Surabaya,” ujarnya baru-baru ini.

Gatot mengatakan, ada empat aspek yang dinilai dari penghargaan ini. Aspek tersebut diantaranya meliputi kemandirian pesantren, anggaran yang mendukung pengelolaan pesantren, variasi unit usaha atau unit bisnis, dan aspek manajemen.

“Kita unggul di semua aspek. Pertama, DT memiliki sumber dana selain iuran atau SPP santri atau siswa-siswinya. Kedua, anggaran tambahan tadi berhasil dikelola dan menjadi pendukung terbentuknya unit yang lain. Ketiga, kita memiliki berbagai unit usaha yang dikelola dan menjadi sumber ekonomi. Keempat, kita mumpuni dalam aspek manajemen. Juri melihat semuanya ada di DT,” paparnya.

 

Baca juga:

Resmi Dibuka, Daarut Tauhiid Youth Festival 2019 Tumbuhkan Jiwa Kompetisi Pemuda

 

Ia melanjutkan, saat persentasi berlangsung, DT menjelaskan dua hal. Pertama, mengenalkan DT dari masa ke masa, bagaimana kemandirian bisa menopang DT hingga hari ini. Kedua, mengenalkan konsep dari masjid untuk Indonesia Rahmatan Lil Alamin.

“Mengenalkan DT dari masa ke masa, kita jelaskan bagaimana kemandirian, finansial, tumbuhnya usaha, tumbuhnya kegiatan, dan banyaknya program itu adalah efek dari kegiatan yang dilakukan sepanjang riwayat DT,” ungkapnya.

Kemudian, masjid untuk Indonesia Rahmatan Lilalamin, Gatot menjelaskan apa yang diajarkan Aa Gym tentang tauhid, tentang Islam yang menyentuh semua kalangan dan alam semesta, yang kemudian bersentuhan dengan masjid. “Aa Gym membangun masjid dulu, kemudian tumbuh nilai ekonomi yang sampai hari ini ada lembaga dan jamaah,” paparnya.

Setelah penghargaan ini, ia mengatakan sudah menyiapkan beberapa langkah untuk DT mulai dari meng-upgrade system sampai memperkuat konsep yang sudah ada.

“Kita akan coba menyiapkan sistem dan manajemen mutu, kemudian konsep MDK (model, diklatna (pendidikan, pelatihan dan pembinaan), konsultan) akan terus ditingkatkan. Sehingga kita bisa menjadi lembaga model yang bisa ditiru dan bekerja sama dengan berbagai bidang,” tutupnya. (jms/dt)

 

 

Baca juga:

Masya Allah, Pedagang Ini Sedekah Mangga Satu Ton untuk Santri Penghafal Alquran


Back to Top