Alhamdulillah, Kumandang Adzan Menggema untuk Pertama Kalinya di Amsterdam

gomuslim.co.id – Muslim di Kota Amsterdam, Belanda akhirnya mengumandangkan adzan untuk pertama kalinya pada hari Jumat, (15/11/2019) pekan lalu. Momen emosional penting ini pun direkam oleh penduduk setempat yang hadir mendengarkan adzan.

Juru Bicara Masjid, Nourdeen Wildeman mengatakan bahwa mereka senang dan merasa terhormat mendengar adzan meskipun sempat terjadi penundaan. Masjid Biru awalnya merencanakan adzan Jumat lalu, tetapi kabel sistem audio terputus oleh orang-orang yang tidak dikenal.

Wildeman mencatat bahwa 7% masjid di Belanda telah mengumandangkan adzan selama bertahun-tahun. Namun, ini adalah pertama kalinya terjadi di ibu kota.

“Ada reaksi berbeda dari penduduk setempat. Beberapa mengkritiknya tetapi secara umum reaksinya positif,” katanya seperti dilansir dari publikasi Anadolu Agency, Senin, (18/11/2019).

Para pengunjung masjid dan penduduk setempat berdiri di luar dan merekam momen emosional di ponsel mereka.

Ursula van Spronsen, seorang warga setempat, mengatakan dia datang ke masjid untuk pertama kalinya untuk mendengar Adzan dan menurutnya itu terdengar bagus.

 

Baca juga:

Warga Muslim Amsterdam Berjuang untuk Bisa Kumandangkan Adzan di Belanda

 

Islam di Belanda

Islam adalah agama terbesar kedua di Belanda, dipraktekkan oleh 4% dari populasi menurut perkiraan 2010-2011. Sebagian besar berada di empat kota besar negara itu, Amsterdam, Rotterdam, Den Haag, dan Utrecht.

Sejarah awal Islam di Belanda dapat ditelusuri ke abad ke-16 ketika sejumlah kecil pedagang Ottoman mulai menetap di kota-kota pelabuhan negara. Akibatnya, masjid improvisasi pertama kali dibuat di Amsterdam pada awal abad ke-17. Saat ini, setidaknya ada sekitar 500 masjid tersebar di seluruh Belanda.

Adzan di Barat

Adzan merupakan sebuah panggilan yang menandakan tibanya waktu salat wajib untuk umat Islam. Muslim di Barat sering menghadapi kerepotan saat hendak mengumandangkan adzan. Pemerintah setempat berargumen bahwa panggilan itu akan menyebabkan gangguan kebisingan kepada penduduk.

Di Belanda di mana kebebasan beragama dilindungi oleh Konstitusi, diperbolehkan bagi semua agama untuk memanggil orang-orang beriman untuk beribadah dengan hukum yang diatur pada tahun 1980.

Menurut hukum, kotamadya dapat membatasi durasi dan volume adzan, tetapi tidak dapat melarangnya. Pada April 2013, para jamaah di masjid Fittja di Stockholm selatan mendengar seruan sholat Swedia yang pertama kalinya. (jms/anadolu agency/dailysabah)

 

 

Baca juga:

Permohonan Kumandang Adzan di Masjid Amsterdam Dapat Penolakan Otoritas

 


Back to Top