Pemain Rugby Selandia Baru Ini Bagikan Kisahnya Jadi Seorang Mualaf

gomuslim.co.id – Pemain Timnas Rugby Selandia Baru, Sonny Bill Williams membagikan kisah perjalanannya menjadi seorang mualaf. Atlet terkenal dan termahal di dunia ini sudah 10 tahun menjadi seorang Muslim.  

Kepada wartawan, pria yang lahir pada tahun 1985 mengaku dulunya sebagai seorang yang liar. "Saya dulu suka main perempuan, saya minum alkohol (mabuk), boros dan bermewah-mewah… tapi apa yang saya dapatkan? Hanya kehampaan dalam hati saya," ujarnya seperti dilansir dari publikasi BBC, Selasa (19/11/2019).

Setelah memeluk Islam, kehidupannya pun berubah. Williams tidak lagi melakukan hal-hal buruk seperti di atas. Dia terus belajar menjadi seorang muslim yang taat dan memberikan manfaat bagi sesama.

Williams sendiri mengenal Islam saat bermain untuk satu tim Toulon di Prancis. Ia mengaku butuh beberapa tahun untuk menjalani proses menjadi seorang muslim. Pria dengan tinggi 193 sentimeter ini mendapatkan dukungan yang besar dari sesama atlet muslim seperti pemain sayap Fiorentina, Franck Ribery, dan mantan atlet kriket dan kapten Afrika Selatan, Hashim Amla.

"Alhamdulillah (berterima kasih kepada Tuhan) berarti segalanya. Saya menemukan Allah, saya menemukan Islam dan itu memungkinkan saya mengubah semua sifat liar dalam diri saya menjadi hal positif," katanya.

Ia menyebut, bukan rahasia lagi bahwa masih banyak yang merasa malu menjadi muslim. Namun ia justru bangga menjadi muslim. “Saya bangga dengan apa yang diperjuangkan Islam, saya bangga apa yang bisa diberikan oleh agama saya. Ketika saya melihat atlet (muslim) lain di luar sana, saya merasa bangga. Wow indah sekali rasanya," tuturnya.

 

Baca juga:

Mantan Pemain Rugbi Australia Ini Gemar Baca Alquran

 

Williams mengaku, hari-harinya kini penuh dengan ungkapan syukur. “Minum segelas air, Alhamdulillah. Memiliki kesempatan untuk berbicara dengan Anda, Alhamdulillah. Melihat istri dan anak-anak saya, Alhamdulillah. Saya selalu mengingat Sang Pencipta dalam pikiran saya. Kadang-kadang saya menundukkan kepala di tanah dalam sujud karena saya tahu Yesus, Musa dan Nabi Muhammad berada di posisi itu,” ungkapnya.

Baru-baru ini, gelandang berusia 34 tahun itu diresmikan sebagai pemain Toronto Wolfpack setelah beralih secara sensasional ke klub liga Kanada. Kesepakatan transfer pemain ini dilaporkan bernilai hampir $ 10 juta sekaligus menjadikan Williams sebagai pemain rugby dengan bayaran terbaik dalam sejarah.

Pada bulan Maret, terjadi serangan pria bersenjata di sebuah masjid di Christchurch yang menewaskan 51 orang, termasuk seorang warga negara Indonesia. Williams membagikan sebuah pesan di akun media sosialnya di mana ia mengungkapkan "kesedihan yang mendalam" dan berharap para korban mendapatkan surga di sisi Allah.

Williams menunjukkan kepemimpinan setelah serangan masjid Christchurch, mengundang warga Selandia Baru untuk belajar lebih banyak tentang Islam.

"Menjadi salah satu Muslim paling terkenal di Selandia Baru dan bermain untuk tim nasional, All Blacks, pada saat itu, saya tahu bahwa itu adalah tugas saya," katanya.

Ia mengatakan bahwa dirinya sebagai orang yang sangat pemalu, tetapi dia harus melangkah, dan harus siap bersikap rapuh pada momen itu. “Saya maju dan mewakili tidak hanya komunitas Muslim yang terluka, tetapi juga komunitas Selandia Baru. Saya bangga mengatakan saya adalah bagian dari itu," tuturnya. (jms/bbc/aboutislam)

 

 

Baca juga:

Film Dokumenter Ini Tampilkan Sikap Bintang Rugby Muslim Selandia Baru

 


Back to Top