Kemenag Kukuhkan Tiga Profesor Riset dan Peneliti

gomuslim.co.id – Kementerian Agama resmi mengukuhkan tiga orang Profesor Riset dan Peneliti. Prosesi pengukuhan berlangsung secara khitmat di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, Selasa, (19/11/2019).  

Menteri Agama, Fachrul Razi mengatakan mereka yang dikukuhkan oleh Majelis Pengukuhan yakni Dr. Muhammad Adlin Sila, Bidang Agama dan Masyarakat, Dr. Farida Hanun Bidang Evaluasi Pendidikan, dan Dr. Idham di Bidang Agama dan Masyarakat

"Pada hari ini kita telah bersama-sama menyaksikan pengukuhan gelar Profesor Riset yang disematkan kepada tiga orang Peneliti Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, masing-masing atas nama Prof. Muhammad Adlin Sila, Prof. Farida Hanun, dan Prof. Idham," ujar Menag.

Menag berharap pencapaian gelar tertinggi bagi fungsional Peneliti ini bisa menjadi pemicu untuk senantiasa berusaha mencapai prestasi yang tertinggi. Menurutnya, pengukuhan tiga profesor riset Kemenag ini merupakan pengulangan prestasi Kementerian Agama, di mana pada tahun lalu Kementerian Agama juga berhasil mengukuhkan tiga orang Profesor Peneliti.

"Pencapaian ini tentunya tak lepas dari peran banyak pihak, baik di internal Kementerian Agama maupun instansi terkait terutama LIPI selaku instansi pembina jabatan fungsional Peneliti. Karena itu, kita patut bersyukur dan menghaturkan terima kasih setinggi-tingginya pada seluruh pihak yang telah berperan pada kesuksesan ini," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Menag juga memberikan empat tantangan kepada para profesor riset Kementerian Agama. "Saya ingin memberikan tantangan. Pertama, kepada para orator untuk menjadi agen-agen terdepan dalam melanjutkan upaya-upaya positif yang telah dilakukan Kementerian Agama," tegas Menag.

 

Baca juga:

Keren, Mahasiswa IAIN Cirebon Ini Ubah Limbah Cangkang Kerang Jadi Tepung Tinggi Kalsium

 

Terkait Moderasi Beragama, lanjut Menag agar Prof. Adlin dan Prof. Idham menjadi pengawal program Moderasi Beragama agar meraih hasil yang dicita-citakan, yaitu keharmonisan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, yang kita ketahui sempat goyah pada beberapa waktu belakangan.

"Kepada Prof. Farida, saya memberikan tantangan untuk berkontribusi lebih luas, menjadikan lembaga madrasah terdepan dalam menciptkan insan yang beriman, bertakwa, sekaligus dapat unggul baik di level daerah, nasional, dan internasional," tutur Menag.

Kedua, kepada peneliti dan insan IPTEK Kementerian Agama, untuk dapat menjalankan amanah sebagaimana tertuang dalam UU SISNAS IPTEK, yang menjadikan Iptek sebagai solusi terhadap permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia.

Ketiga, untuk seluruh pegawai Kementerian Agama, jaga jiwa yang berintegritas, profesionalitas, kaya inovasi, bertanggung jawab atas amanah yang diemban, serta senantiasa menjadi teladan dalam kebaikan. Lima nilai budaya kerja itu harus terus kita pegang erat agar institusi kita dapat semakin maju ke depannya.

"Terakhir keempat, saya mengimbau kita semua senantiasa menjunjung tinggi persatuan, mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan individu atau golongan, serta saling bergotong-royong. Apabila hal itu dapat kita wujudkan, maka insya Allah negara kita akan menjadi negara yang kokoh, beradab, dan memiliki daya saing di antara negara-negara lain di dunia," tutupnya.

Turut hadir dalam acara ini, Menteri Agama Kabinet Kerja Lukman Hakim Saifuddin, para peneliti, para rektor, pejabat di lingkungan Kemenag dan undangan lainnya. (jms/kemenag)

 

 

Baca juga:

Ini Kata Menag Terkait  Program Kursus Pra Nikah untuk Calon Pengantin Mulai 2020

 

 


Back to Top