PBNU Gelar Seminar Da'i Entrepreneur Bahas Kebangkitan Ekonomi Islam

gomuslim.co.id - Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) menggelar Seminar Da'i Entrepreneur Tahun 2019 di Gedung PBNU Jakarta Pusat. Agenda tersebut dengan tema ‘Improve Your Mind and Creativity to be a Competitive Entrepreneur’.

Ketua LD PBNU KH Agus Salim dalam sambutannya mengatakan, seorang muslim harus memiliki semangat untuk belajar. Katanya tidak hanya ilmu, melainkan seorang muslim harus memiliki semangat dalam untuk membangkitkan perekonomian Islam sehingga kedepannya para dai ikhlas dalam berdakwah.

"Karena ini penting maka di sinilah diadakan seminar entrepreneur. Jadi semangat kita berdakwah harus diimbangi juga ekonomi yang kuat," kata Kiai Agus pada Rabu, (20/11/2019)

Ia mengemukakan tentang ulama-ulama tasawuf seperti Syekh Abdul Qodir Al-Jilani dan Syekh Abu Hasan Ali Asy-Syadzili yang disebutnya tidak hanya berilmu, tapi juga memiliki banyak harta.

 

Baca juga:

Ikatan Mahasiswa Nahdliyyin PKN STAN Dirikan Pesantren Khusus Mahasiswa

 

"Ini beliau-beliau ini orang kaya raya. Jangan dianggap hanya pinter wirid doang ini. Sampai sekarang di Irak masih terabadikan, itu wakafnya Syekh Abdul Qodir Al-Jilani 80 hektare di Irak," ucapnya.

Sementara itu, Ustad Yusuf Mansur selaku pembicara dalam seminar Dai Entrepreneur mengungkapkan, seorang muslim adalah bekerja sebagai pedagang seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Katanya, berbisnis itu susah-susah gampang.

Ustad Yusuf Mansur Saat Jadi Pembicara Dai Enterpreneur PBNU

“Sebenarnya bisa terbilang mudah berbisnis itu, hanya saja kita buat strategi jitunya. Kalau saya strateginya adalah, Dekati dulu si pemilik kemudahan ini. Siapa? Allah SWT. Kalau Allah sudah senang dengan kita, maka semua urusan pasti akan lancar, percaya deh,” ungkap YM sapaan akrabnya saat menjadi pembicara.

Untuk diketahui, seminar menghadirkan tiga pembicara yakni CEO Paytren Yusuf Mansur, Leadership Transformation Coach Prasetya M Brata, dan CEO Waqara Dino Pati Jalal.  (hmz/gomuslim)

 

 

Baca juga:

Hadirkan Cabang di Beberapa Negara, NU Warnai Islam Indonesia di Eropa


Back to Top