Kemenag Diminta Laporkan Dana Penyelenggaraan Haji 2019 ke Publik 

gomuslim.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan survey indeks kepuasan Jamaah Haji 2019. Menurut hasil, kepuasan Jamaah meningkat 0,68 poin. Secara umum pelaksanaan haji oleh Kementerian Agama (Kemenag) dinilai berjalan lancar.

Ketua Komnas Haji dan Umrah, Mustolih Siradj mengungkapkan, meski hasil, kepuasan Jamaah meningkat 0,68 point, yang saat ini menjadi pekerjaan rumahnya dalam menuntaskan penyelenggaraan haji yaitu melaporkan keuangan pelaksanaan haji 2019 kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan DPR RI.

“Selanjutnya Kementerian Agama sebagai penyelenggara haji memiliki kewajiban berikutnya, yaitu melaporkan kepada Presiden dan DPR sebagaimana mandat Pasal 51 UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggraaan Ibadah Haji dan Umrah (UU PIHU), selambat-lambatnya 60 hari sejak berakhirnya prosesi haji. Khususnya menyangkut keuangan,” ujar Mustolih Siradj dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu (20/11/2019).

Ia menambahkan karena penyelenggaraan haji 2019 dibiayai oleh APBN, uang jamaah yang berangkat serta uang caon jamaah haji yang ada dalam daftar, maka sudah sepatutnya Kemenag mempublikasikan laporan keuangan kepada publik.

 

Baca juga:

BNI Syariah Gelar Pra Manasik Haji bagi Nasabah

 

“Sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban. Jadi bukan saja kepada DPR dan Presiden,” ucap Mustholih.

Kata dia, selama ini publik kurang mendapatkan informasi memadai terkait pengelolaan dana haji yang digunakan untuk prosesi penyelenggaraan haji. Apalagi saat ini Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) sudah tidak ada.

Mustholih menuturkan transparansi bisa melalui media cetak mauppun elektronik. Bahkan juga bisa melalui website dan media socsal yang dikelola Kemenag.

“Semakin transparan kepada publik maka tata kelola good corporate governance makin bagus dan makin akuntabel, sebaliknya bila transparansi kepada publik minim maka akan menimbulkan tanda tanya dan syakwasangka. Apalagi saat ini era keterbukaan informasi. Tidak ada alasan untuk memberi informasi dana haji ke masyakat,” pungkas Mustholih. (hmz/rilis)

 

 

Baca juga:

Menag: Haji 2020 Harus Lebih Murah agar Masyarakat Tak Terbebani


Back to Top