Puluhan Napi Lapas Wanita Sukun Malang Diwisuda Jadi Guru Ngaji

gomuslim.co.id - Sebanyak 32 warga binaan Lapas Wanita Kelas IIA Sukun, Kota Malang, dinyatakan lulus dan mendapatkan sertifikasi sebagai guru mengaji oleh Pondok Pesantren An-Nisa. Penyematan tersebut dilakukan setelah para napi santriwati Pondok Pesantren An-Nisa menjalani pembelajaran selama kurang lebih empat bulan terakhir hingga akhirnya diwisuda, Rabu, (20/11/2019).

Kepala Lapas Wanita Kelas A II Sukun Ika Yustanti mengungkapkan kegiatan pembinaan yang dilakukan di Lapas Wanita telah sesuai berdasarkan amanat pemerintah. Salah satunya pembinaan kepribadian dengan meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Warga binaan yang beragama Islam dibekali berbagai ilmu agama, cara membaca Alquran yang baik dan benar. Dan hari ini dibuktikan dengan yang menjadi santriwati. Ada 32 yang sudah lulus bacaan Alquran dari tartil dan tajwidnya," ungkapnya.

Menurutnya, dengan adanya kegiatan ini diharapkan para napi mampu  menerapkan ilmu mengaji yang telah didapatkan. Ketika di lapas misalnya, mereka bisa memotivasi dan membantu pembelajaran bagi napi lainnya. Demikian pula ketika sudah berada di luar lapas, ilmu tersebut bisa diamalkan kepada masyarakat umum.

 

Baca juga:

Ratusan Napi Ikut Pengajian Maulid Nabi di Rutan Takengon


"Paling tidak mereka memiliki bekal hidup kelak setelah keluar dari lapas. Menciptakan lapangan kerja ya, apalagi sudah memiliki sertifikat. Sehingga stigma-stigma negatif yang kerap muncul di lingkungan masyarakat terhadap seorang napi itu kami harapkan juga menghilang karena napi dibina dan mereka punya hasil," ujar Ika.

Ika juga berharap, tidak ada stigma negatif masyarakat terhadap wisudawati yang telah bebas dari lapas. Masyarakat diminta agar tak lagi memandang mereka sebagai "sampah masyarakat" yang akan berbuat kejahatan kembali.  Sebab itu, ijazah yang dimiliki para wisudawati diharapkan mampu mendobrak stigma tersebut.

"Itu jadi bukti mereka sudah mampu menjadi guru agama. Warga binaan kita punya nilai plus," terang Ika. 

Sementara itu, salah satu napi narkotika yang lulus diwisuda sebagai santriwati, Eni Parwati, mengaku dirinya senang dan bangga dengan prestasi yang ia dapatkan. Ia juga mengungkapkan tidak ada rasa selain bahagia karena mampu mendalami bacaan Alquran dengan baik. Dia mendapat hukuman kurungan penjara selama 4,5 tahun dan saat ini tersisa 6 bulan kurungan saja.

Dengan capaian ini, Eni berharap, dapat menyemangati santri lainnya yang belum lulus. Sebab, titik keberhasilan mereka sebenarnya hanya memerlukan sedikit langkah lagi. Wanita 28 tahun itu juga menyebut dari kemampuan tersebut nantinya akan ia lanjutkan sebagai ladang ilmu bagi masyarakat lainnya.

"Dengan pembinaan ini, kan saya jadi mendalami agama, yang sebelumnya tidak bisa menjadi bisa. Insya Allah akan meneruskan kepada teman-teman yang belum lulus. Kami bantu belajarnya. Nanti juga kalau sudah keluar, inginnya tetap melanjutkan. Mungkin dengan mengajarkan kepada lingkungan di sekitar saya," katanya.

Bahkan, tidak hanya warga binaan yang beragama Islam  yang diwadahi di Lapas Wanita Sukun. Pihak lapas juga menyediakan tempat ibadah bagi agama lain. Sehingga pembinaan dan pembentukan mental berjalan optimal bagi semua penghuni Lapas Wanita Sukun. (waf/rep/malangtimes/dbs)

 

 

Baca juga:

Napi Muslim di Penjara Alaska AS Akan Dapat Fasilitas Ibadah dan Makanan Halal


Back to Top