Petarung MMA Berhijab Ini Tutup Usia Usai Alami Cidera

gomuslim.co.id - Kabar duka datang dari dunia olahraga, seorang pejuang Mixed Martial Arts (MMA) wanita berhijab Saeideh "Sai" Aletaha  meninggal setelah menderita cedera fatal saat pertarungan kelas amatir di Southampton, Inggris.

Ia adalah salah satu petarung hijab berkebangsaan Iran berusia 26 tahun. Wanita yang akrab disapa Saeideh ini menderita cedera otak selama kontes K-1 Lightweight yang mempertemukan para petarung dunia kelas amatir.

Saeideh yang merupakan mahasiswi Desain dan Teknologi Industri di Universitas Loughborough, dibawa ke Rumah Sakit Umum Southampton pada hari Minggu pagi dan meninggal pada hari itu. Sebelum meninggal dunia, Ia mengambil bagian dalam acara 'Pertarungan Fast & Furious’ yang diselenggarakan oleh Lookborai dan Exile Gym.

 

 

Baca juga :

Petarung Muslim UFC Asal Rusia Ini Rencanakan Pensiun

 

Sebuah pernyataan di halaman Facebook mengatakan: “Setelah pertunjukan hari Sabtu, kami menyesal mengumumkan bahwa setelah mengikuti salah satu pertandingan kami, salah satu pesaing, Sai Aletaha dari Lookborai yang kalah, sayangnya mengalami cedera yang membuatnya dalam keadaan kritis yang secara tragis ia alami, dilansir dari 5 pillarsuk, Kamis (21/11/2019).

Lebih lanjut, pernyataan tersebut menjelaskan bahwa staf kesehatan dan paramedis ditempatkan dalam acara tersebut. Mereka langsung memberikan bantuan apabila para petarung mengalami cedera saat berkompetisi.

"Dalam hal ini kita membuat lingkungan seaman mungkin dengan tenaga medis pra dan pasca pertandingan mulai dari dokter, paramedis, dan ambulans di lokasi serta tim staf kami yang berpengalaman untuk pertolongan pertama. Keamanan bukanlah sesuatu yang pernah terlupakan dalam 19 pertunjukan kami dan semua pertandingan dibuat sama,” tambahnya.

“Pikiran tentu saja ditujukan kepada semua keluarga, teman, dan rekan satu tim, jika ada yang membutuhkan dukungan, silakan datang kepada kami atau pelatih Anda. Terima kasih kepada tim kami pada malam yang bertindak dengan profesionalisme tertinggi dan menjalankan tugas mereka di atas dan di luar untuk bereaksi terhadap situasi, dan sekali lagi kami di sini untuk Anda yang membutuhkannya di saat yang menyedihkan ini," jelasnya. 

Pernyataan lain di halaman Facebook Exile Gym tempat Saeideh berlatih juga memberikan penghormatan terakhir. “Setelah pertunjukan hari Sabtu, kami menyesal mengumumkan bahwa salah satu rekan tim kami mengalami cedera sehingga mengalami kondisi kritis” katanya.

“Saeideh Aletaha adalah karakter yang dicintai dengan jiwa yang indah. Dedikasinya untuk olahraga adalah 110 persen dengan menjalani latihan setiap hari. Dia menemukan tempatnya bersama kami hanya beberapa bulan yang lalu, dan terpisah dari keluarganya. Dia akan sangat dirindukan,” tulis Exile Gym.

“Hingga berita ini diturunkan pikiran dan doa kami ditujukan kepada keluarganya. Jika ada pertanyaan atau jika ada yang merasa mereka membutuhkan dukungan saat ini, silakan hubungi kami" tulis Exile Gym. (waf/5 pillarsuk/dbs)

 

 

Baca juga :

Khabib Nurmagomedov: Tuhan Lebih Prioritas Dibanding Uang


Back to Top