Disbudpar Aceh Tingkatkan Strategi Pelayanan Wisata Halal

gomuslim.co.id - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh mengharapkan kerja sama dengan berbagai stakeholder pariwisata terkait dengan peningkatan pelayanan wisata halal. Hal tersebut mengingat telah dua kali Aceh mendapatkan peringkat dua terbaik wisata halal se-Indonesia. Peningkatan perlu dilakukan agar Aceh mendapat peringkat terbaik pertama tahun 2020.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Disbudpar Aceh, Jamaluddin saat membuka acara Pelatihan Sumber Daya Manusia Pendukung Wisata Halal yang dibuat oleh Disbudpar Aceh bekerja sama dengan Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) di Hotel Grand Permata Hati.

Acara ini berlangsung selama dua hari yang diikuti oleh 100 peserta berasal dari berbagai stakeholder pariwisata, seperti travel agent, guide, restoran, perhotelan, dan komunitas wisata. Tujuannya agar semua pihak dapat menempuh strategi dalam mendukung Aceh sebagai destinasi wisata halal unggulan dan terbaik di Indonesia.

 

Baca juga:

Inilah Potensi Aceh Sebagai Destinasi Wisata Halal Indonesia

 

“Banyak hal yang harus diperbaiki untuk meningkatkan wisata halal di Aceh, terutama dalam hal komunikasi. Ini pula yang membuat kita kalah dari Nusa Tenggara Barat. Kita masih kurang dalam penyampaian informasi terkait destinasi wisata halal baik berupa aksesnya, fasilitas, termasuk ketersediaan tempat-tempat halal yang ada di Aceh. Tentunya ini menjadi tugas kita bersama untuk memperbaikinya,” ujar Jamaluddin.

Tentunya harus ada strategi khusus untuk peningkatan wisata halal salah satunya dengan membuat acara pelatihan seperti ini. Para stakeholder harus mempunyai sertifikat dan lebel halal dalam produk mereka, tidak hanya dari segi makanan, tapi juga tempat seperti perhotelan dan rumah makan dan orang-orang yang membawa wisatawan seperti agent travel dan tour guide.

Sertifikat dan label halal ini pula yang menjadi tolok ukur dalam penentuan destinasi wisata halal. Dengan begitu para tamu akan merasa lebih aman dan nyaman bila produk yang ditawarkan sudah terverikasi lebel halal. Oleh karena, pemerintah Aceh memfasilitasi masyarakat mendaftarkan produknya melalui Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetik Majelis Ulama (LPPOM MPU) Aceh secara gratis. (nov/dbs/acehtrend)

 

Baca juga:

Ini Tiga Kunci Sukses Aceh Kembangkan Destinasi Wisata Halal


Back to Top