Tidak Wajib, Ini Kata Menag Terkait Rencana Sertifikasi Da'i

gomuslim.co.id – Rencana sertifikasi untuk para penceramah agama (da'i) kini mulai menjadi sorotan. Namun, Menteri Agama, Fachrul Razi menegaskan bahwa hal tersebut tidak bersifat mandatori atau keharusan.

“Kita akan angkat kembali, penceramah bersertifikat. Namun tidak wajib, ikut boleh gak juga gak apa-apa,” ujarnya dalam acara Dialog Tokoh/Pimpinan Ormas Islam tingkat Nasional, di Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Menag menyebut, sertifikat penceramah ini akan diterapkan tidak hanya untuk umat Islam, tapi semua agama.

"Ini tidak hanya untuk umat Islam, tapi semua agama. Kita harus lakukan ini. Kita akan memberi pelatihan dan pelajaran tambahan bagi penceramah, tentang alam, bencana dan lain-lain,” paparnya.

Ia mengingatkan bahwa masyarakat sudah melek pengetahuan. Generasi millenial semakin kritis dalam melihat isi dakwah. Penceramah dituntut untuk bisa merespon tantangan zaman.

“Kita juga jangan gagal paham, gunakan sosmed untuk yang lebih baik. Sosial media harus diimbangi dengan hal-hal yang positif,” ungkapnya.

 

Baca juga:

Tegas, MUI Minta Da’i yang Ingin Ceramah di Televisi Harus Punya Sertifikasi

 

Di sisi lain, Fachrul Razi mengatakan alasan program sertifikasi dai ini dilakukan agar pendakwah berhati-hati dalam mengangkat tema dalam ceramah. "Banyak yang kurang sependapat mungkin, atau belum sependapat, tapi memang keadaan kayaknya sudah harus dilakukan itu, terutama tentang nasionalisme, tentang kehati-hatian mengangkat tema-tema ceramah," paparnya.

Lebih lanjut, Menag mengatakan sertifikasi penceramah ini sudah dibahas dalam rapat kabinet lalu. Paling tidak, menurutnya, sertifikasi itu dapat diterapkan untuk semua agama meski tidak wajib.

"Pada saat rapat kabinet lalu, kami berpendapat untuk menamakannya menjadi penceramah bersertifikat. Tidak wajib. Siapa pun boleh ikut, yang mau tidak ikut, tidak apa-apa.Tapi paling tidak kami senang bahwa ternyata sudah cukup banyak yang menanggapi ini penceramah bersertifikat, dan ini juga bukan hanya Islam, semua agama," tutupnya. (jms/kemenag/detik/foto:indonesiainside)

 

 

Baca juga:

Gelar Standarisasi Da’i, MUI: Ini Hanya Pilihan, Bagi Da'i yang Tidak Sertifikasi Tetap Boleh Berdakwah


Back to Top