Wapres: Indonesia Mampu Kuasai Pasar Halal Dunia

gomuslim.co.id – Wakil Presiden Ma’ruf Amin targetkan Indonesia mampu menguasai pasar halal dunia. Katanya, dengan menguasai pasar halal, ia menggunakan cara dengan menggenjot ekspor produk halal.

Ia mengungkapkan, Indonesia tidak boleh hanya menjadi rujukan standarisasi sertifikasi halal dunia saja. Menurutnya, Indonesia mampu memanfaatkan peluang di pasar halal dunia.

"Kita harus meningkatkan ekspor kita yang sekarang ini baru 3,1 persen dari total nilai ekspor di pasar halal dunia," kata Ma’ruf Amin saat membuka Internasional Halal Festival 2019 di Universitas Brawijaya Malang dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (28/11/2019).

Ia menyatakan, Indonesia harus dapat melewati beberapa negara yang telah berhasil masuk pasar halal dunia. Ia mencontohkan, Brazil masih jadi eksportir nomor 1 dunia dengan nilai 5,5 miliar dolar Amerika. Indonesia juga masih kalah dengan Australia yang nilai ekspornya mencapai 2,4 miliar dolar Amerika.

 

Baca juga:

Jakarta Halal Things 2019 Kampanyekan Gaya Hidup Halal untuk Semua

 

"Kita masih kalah jauh. Bahkan impor kita untuk produk halal tertentu pada tahun ini sudah mencapai 214 juta dollar Amerika," kata Amin.

Produk halal di Indonesia, katanya, tidak hanya dikonsumsi untuk umat Muslim, tapi juga seluruh masyarakat Indonesia. Produk halal harus terus ditingkatkan dan dikembangkan agar tidak hanya jadi pasar dan endorse bagi produk luar yang masuk ke Indonesia.

Dari sisi sertifikasi, produk halal Indonesia merupakan yang terbaik dan unggul. Lebih dari 56 lembaga sertifikasi halal dunia menggunakan standar Indonesia. Namun, sebagai rujukan standar sertifikasi saja dinilai tidak cukup.

"Kita tak mau hanya seperti itu, kalau bisa jadi produsen dan mengespor produk halal ke dunia," kata Ma’ruf Amin.

Tidak hanya produk halal, ekonomi syariah juga harus ditingkat. Sampai dengan Januari 2019, pangsa pasar ekonomi syariah baru mencapai 8,6 persen dari total pasar keuangan nasional. Dari jumlah itu, perbankan syariah baru mencapai 5,6 persen.

Untuk diketahui, Wakil Presiden Ma'ruf Amin selama satu hari ini akan menghadiri serangkaian kegiatan. Dimulai dari hadir menjadi pembicara kunci dalam Konferensi Internasional Halal dan Thoyyib 2019 di Universitas Brawijaya.

Setelah itu, mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini akan memberikan kuliah umum serta meresmikan Universitas Islam Malang sebagai Kampus Pelopor Gerakan Anti Radikalisme.

Ma'ruf Amin akan menutup kunjungan di Malang dengan meninjau Desa Tangkilsari, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Di sini, Amin bakal berbicara tentang pencegahan stunting, pemberdayaan ekonomi, dan layanan kesehatan masyarakat. (hmz/liputan6/dbs)

 

 

Baca juga:

Kepala BPJPH: Kewajiban Produk Halal Untungkan Investor


Back to Top