Kemenag Ajukan Kenaikan Frekuensi Makan Jemaah Haji Menjadi 50 kali

gomuslim.co.id - Kementerian Agama mengupayakan agar jemaah haji tahun 1441 Hijriyah/2020 Masehi bisa mendapatkan makan sebanyak 50 kali di Tanah Suci selama musim haji. Upaya menambah frekuensi makan bagi jemaah itu disampaikan Menteri Agama Fachrul Razi sebagai usulan saat Rapat Pendahuluan Penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2020 bersama Komisi VIII DPR di Jakarta.

"Dalam rangka meningkatkan pelayanan katering kepada jemaah haji, khususnya di Mekkah, perlu penambahan volume makan dari semula 40 kali menjadi 50 kali makan," kata dia.

 

Baca juga:

Pemerintah Saudi Perluas Masjid Al-Qiblatain di Madinah

 

Menurut dia, penambahan frekuensi makan itu seiring aspirasi jemaah yang mengeluhkan kesulitan memperoleh makanan jelang puncak wukuf di Arafah atau fase Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

Pada periode Armuzna tahun lalu, kata dia, layanan katering di Mekkah dihentikan tiga hari sebelum dan dua hari setelah masa puncak Arafah, Muzdalifah dan Mina. Penghentian layanan makanan karena kendaraan distribusi katering tidak beroperasi seiring padatnya Mekkah.

Saat Armuzna, jalan raya Mekkah ditutup untuk seluruh moda transportasi. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali mengatakan pemberian katering yang terkendala transportasi saat fase Armuzna itu dilakukan dengan penyediaan makanan siap saji. (nov/dbs/ant/elshinta)

 

 

Baca juga:

Luncurkan Umra.id, CGN Ingin Wujudkan Perjalanan Umrah Melalui Swakelola


Back to Top