Peringati Hari Disabilitas Internasional, BAZNAS Gelar Kampanye Zakat Kemandirian

gomuslim.co.id – Dalam  memperingati Hari Disabilitas Internasional pada 3 Desember, Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) menggelar Kampanye Zakatr untuk Kemandirian Disabilitas di area Car Free Day (CFD), Jl Sudirman- MH Thamrin, Jakarta, Minggu (1/12/2019).

Direktur Utama Baznas, M Arifin Purwakananta mengatakan, Baznas dalam pelaksanaan kampanye melakukan berbagai kegaiatan di antaranya, aksi simpatik untuk mendukung hak-hak dan memberikan semangat kepada para penyandang disabilitas.

“Baznas juga mendorong layanan terbaik bagi para penyandang disabilitas melalui Program Layanan Aktif Baznas(LAB). Berbagai layanan yang telah dilakukan akan dipaparkan oleh Kepala LAB, Iskandar Darussalam nantinya,” ungkap Arifin dalam keterangan tertulis pada Senin, (02/12/2019).

Pada area tersebut, Katanya, Baznas turut menunjukkan keahlian para tuna netra melalui Layanan Pijat gratis dan dapur air bagi para pengunjung Car Free Day.

Ia mengungkapkan, Baznas bangga memiliki layanan yang menemani sahabat penyandang disabilitas mendapatkan hak-haknya. Ia mengaku, melihat dinamika penyandang disabilitas di masyarakat, beberapa masih memandang mereka sebagai objek belum sebagai subjek yang diikutsertakan membangun di semua sektor bidang masyarakat.

“Padahal mereka memiliki potensi yang sama dengan masyarakat lain, karena itu penting untuk menyampaikan berbagai prestasi yang telah diraih para penyandang disabilitas dalam pembangunan di masyarakat,” katanya.

 

Baca juga:

BCA Gandeng BAZNAS Berikan Bantuan Modal untuk 12 Pedagang di Pulo Gadung Jaktim

 

Selain itu, dalam kegiatan ini Baznas juga untuk mengundang partisipasi masyarakat dalam mendukung prestasi para penyandang disabilitas terutama mereka yang masih berada dalam kategori mustahik, dengan menyalurkan zakat melalui Baznas.

Baznas telah memiliki berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan bagi para penyandang disabilitas, seperti Program “Mustahik Pengusaha” dalam upaya meningkatkan ekonomi mustahik, termasuk juga didalamnya kelompok usaha disabilitas.

Program ini tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tapi juga pendampingan intensif berupa pengembangan usaha, pelatihan keahlian dan pencatatan keuangan. Kegiatan pendampingan menjadi salah satu faktor keberhasilan program, untuk menjaga semangat mustahik dan memastikan usaha mereka berjalan sesuai rencana.

Melalui LAB, BAZNAS juga mendistribusikan kebutuhan-kebutuhan dasar bagi para penyandang disabilitas yang membutuhkan.

Aksi BAZNAS diikuti oleh beberapa orang disabilitas. Tanpak diantaranya seorang lelaki dengan mengunakan kursi roda bersama peserta aksi lainnya. Arda Roda, nama dan panggilan akrab lelaki disabilitas itu.

Saat usia 8 bulan, Arda Roda mengalami sakit demam. Sakitnya tersebut hingga berujung pada kelumpuhan dan kakinya kecil. Hal itu, menurutnya disebabkan kurangnya vaksin polio.

"Sejak usia 8 bulan saya sakit deman dan akhirnya lumpuh. Semua karena kurang vaksin saat kecil. Kalo dulu kan agak jarang orang tua berikan vaksin polio kepada balitanya. Beda sama sekarang." Papar Arda Roda saat aksi dengan BAZNAS.

Arda yang disabilitas berharap agar hal ini tidak hanya sekedar dalam peringatan. Dihari seperti lainnya ada kepedulian kepada disabilitas. Seperti dalam area publik atau juga lainnya.

"Saya berharap tidak fokus dalam peringatan saja. Tidak sekedar dihari peringatan dan setelah itu tidak ada," harapnya.

Untuk diketahui, dalam agenda kampanye tersebut, Baznas juga mengundang para tokoh disabilitas untuk diskusi bersama, antara lain atlet Indonesia Amputee Football, Wahyu Chandra Aji yang berbagi pengalaman mengenai prestasi-prestasi yang telah diukirnya. Hadir pula Dewan Kemakmuran Masjid El Syifa Ciganjur, Hadi Saifullah memaparkan pentingnya Sarana Ibadah bersifat Inklusif bagi Disabilitas. (hmz/baznas/dbs)

 

 

Baca juga:

Gandeng Insight dan Invisee, BAZNAS Siap Berangkatkan 25 Guru Ibadah Umrah


Back to Top