#TheHalalExpoIndonesia2019

Eks ‘Rocket Rokers’: Perkara Halal Bukan Hanya Makanan Tapi juga Pikiran

gomuslim.co.id – Mantan vokasil Rocket Rockers, Ucay turut hadir memeriahkan rangkaian kegiatan Halal Expo Indonesia (HEI) di ICE BSD City, Jumat (06/12/2019). Pria yang akrab disapa Kang Ucay ini menjadi narasumber HEISpeak bertajuk ‘Ganti Referensi Hidup’ bersama Ustadz Abu Robbani.

“Referensi dalam hidup itu pasti ada kecenderungan. Dulu referensi saya itu tidak menuju kepada Alquran. Belum sampai paham bahwa tujuan hidup kita itu sesimpel seperti dalam Alquran surat Adz-Dzariyat ayat 56 yang intinya adalah manusia dan jin diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT,” ujarnya.

Kang Ucay menjelaskan, ibadah di sini bukan hanya tentang salat lima waktu, tapi setiap langkah dalam kehidupan harus memiliki nilai ibadah. “Itu yang dulu saya tidak perhatikan. Referensi saya hanya lingkungan sekitar, bagaimana menjadi keren,” katanya.

Ia bercerita, ketika masih berkecimpung di dunia musik, tujuan hidupnya hanya adalah menjadi musisi, tidak tertuju pada Allah. Kehidupannya hanya menjalankan apa-apa yang dicintai sendiri. Lupa dengan apa yang Allah cintai, sehingga terjadi distorsi dalam hidup.

“Dulu referensi saya menjadi sesuatu yang membuat hidup saya tidak karuan,” ucapnya.

Menurut Kang Ucay, perkara halal itu bukan hanya yang terkait dengan makanan, minuman, atau bahan-bahan tetapi juga pikiran. Ia menyebut, pikiran pun harus berada di jalan yang Allah ridhai. Karena kalau tidak, hal tersebut justru merusak mentalitas dan jalan hidup manusia.

“Yang saya jalani dalam kehidupan dulu memakai kacamata liberal. Ketika saya memakai kacamata liberal, semua yang saya lihat ini seakan-akan blur gitu. Jadi saya hanya menjalankan apa yang saya sukai menurut pendapat saya, tidak ada dalil dan rujukan syar’i,” ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, Kang Ucay mulai menyadari bahwa dirinya terkena tiga virus pemikiran yaitu sekulerisme, pluralisme, dan liberalisme. Ketiga pemikiran ini, kata dia, perlu diwaspadai khususnya di kalangan muda.  

 

Baca juga:

Skyconnection Siap Gelar Halal Expo Indonesia Bertema Halal Is Everything

 

“Pertama sekulerisme yaitu memisahkan kehidupan agama dengan kehidupan bernegara dan kehidupan sehari-hari. Akhirnya Islam hanya ditaro di atas sajadah, ditaro di musala. Keluar dari situ, orang bilang ‘sudahlah jangan bawa-bawa agama’. Itulah lingkungan yang menggiring saya. Kita di rumah salat, tetapi ketika di luar aneh-aneh,” paparnya.

Hal itulah, kata dia, yang menjadi kekeliruan mungkin hampir banyak anak muda Indonesia sehingga lupa jati dirinya sebagai muslim. “Muslim itu harus membawa agama ke mana-mana, tidak bisa disimpan begitu saja,” tuturnya.

Pemikiran kedua adalah pluralisme. Kang Ucay mengaku, kalau pemikiran seperti ini dirinya tidak terlalu akut. Ia pun berpesan kepada umat untuk tegas dan kuat dalam urusan akidah. Namun tetap bermuamalah dengan siapa pun tanpa memandang suku maupun agama.

“Ketiga, pemikiran liberalisme. Saya menganggap bahwa kebebasan individu itu dipayungi sama yang namanya HAM. Apa-apa dikaitkan dengan HAM. Ada pemikiran bahwa LGBT biarin aja, itu hak asasi manusia mereka. Kan ngeri ya. Padahal fitrah manusia itu kan laki-laki dengan perempuan. Itulah yang harus kita luruskan,” ujarnya.

Kang Ucay mengatakan bahwa senjata orang Islam adalah doa. Tetapi orang liberal itu mencegah hidayah dengan caranya sendiri.

“Alhamdulillah, setelah saya belajar, saya mulai mengubah cara pandang hidup dari kacamata liberal dengan kacamata Islam. Seiring ilmu yang masuk, yang haq dan batil semakin jelas,” tutupnya. (jms)

 

 

Baca juga:

Halal Expo Indonesia Ajak Pengunjung Sedekah Sampah


Back to Top