#TheHalalExpoIndonesia2019

HEISpeak: Yuk Tampilkan Keindahan Islam dengan Menjaga Lingkungan!

gomuslim.co.id – Persoalan sampah yang kian membesar harus menjadi perhatian penting bagi setiap Muslim. Karena dalam Islam mengajarkan tentang kebersihan, kesucian dan menjaga lingkungan.

Demikian salah satu simpulan dari forum diskusi HEISpeak bertajuk ‘Sampah = Emas’ pada ajang Halal Expo Indonesia (HEI) di ICE BSD City, Jumat, (06/12/2019). Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber utama yaitu Diajeng Lestari (Founder Hijup), Ranitya Nurlita (Environmental Youth Activist, Wastehub), dr. Gamal Albinsaid (CEO & Founder Garbage Clinical Insurance).

Dalam pemaparannya, Diajeng mengatakan bahwa permasalahan sampah saat ini sangat urgent. Manusia sebagai sebagai khalifah di muka bumi tugasnya adalah menyelesaikan persoalan sampah ini.

“Sampah itu diproduksi dari bangun tidur sampe tidur lagi. Dan kita tahu bahwa Indonesia merupakan salah satu produsen sampah terbesar di dunia. Ini menjadi peluang bagi kita untuk memecahkan persoalan sampah. Spirit menjaga lingkungan perlu dilakukan berjamaah, secara masif oleh semua,” ujarnya.

Diajeng menambahkan, cara menjaga lingkungan ini bisa memulai dengan melakukan hal-hal kecil. Misalnya merecycle barang-barang sendiri atau mendaur ulang baju dalam arti membeli baju second, mengurangi pembelian yang tidak perlu, atau membeli baju dengan bahan yang ramah lingkungan.

“Mari kita jaga lingkungan. Ini adalah sebuah PR besar. Kita harus melakukannya bersama-sama, karena masalah sampah ini berimpact luar biasa besar. Bukan hanya untuk diri kita, tapi juga untuk anak cucu kita nanti,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Ranitya Nurlita. Menurutnya kesadaran masyarakat tentang lingkungan masih rendah. Karena itu, aktivis lingkungan ini mengajak masyarakat untuk berpikir ulang sebelum memproduksi sampah.

 

Baca juga:

Halal Expo Indonesia Ajak Pengunjung Sedekah Sampah

 

Sementara itu, dr Gamal Albinsaid menjelaskan banyak masalah, termasuk sampah ditimbulkan oleh perusahaan. Ini karena kepentingan perusahaan yang terlalu berorientasi pada finansial dan ketidakmampuan sektor ini dalam menyelesaikan masalah. Untuk itu, dia menawarkan konsep wirausaha sosial.

“Wirausaha sosial itu kepentingan dirinya kecil, tapi social awareness nya tinggi. Kalau wirausaha konvensional, kesadaran sosialnya kecil, kepentingan dirinya besar. Itu yang membedakan, sehingga dalam wirausaha sosial bukan soal finansial tapi menyelesaikan masalah di masyarakat,” ujarnya.

Pengagas program asuransi mikro kesehatan menggunakan sampah sebagai premi ini menambahkan, penggunaan inovasi dan teknologi untuk menyelesaikan masalah adalah bentuk lain dari kepahlawanan generasi milenial hari ini.

“Ide itu murah namun merealisasikannya yang mahal. Jadilah anak muda yang menyelesaikan masalah bangsa dengan dompetnya sendiri,” tuturnya.    

Menurutnya, menyelesaikan masalah bukan hanya bicara tentang orang lain, lingkungan dan lainnya, tapi juga bicara tentang anak cucu sebagai generasi penerus. Generasi yang hidup saat ini mempunyai tanggungjawab memastikan generasi selanjutnya merasakan kenyamanan kehidupan di dunia dengan menjaga lingkungan.

“Jadilah pribadi yang memiliki empati dan bisa menampilkan keindahan Islam lewat tanggungjawab moral. Caranya dengan menjaga lingkungan, sehingga kita betul-betul menjadikan diri kita sebagai pribadi yang menampilkan keindahan Islam lewat karakter, akhlak, pemikiran-pemikiran, dan aksi-aksi yang kita lakukan,” tutupnya. (jms)

 

 

Baca juga:

Skyconnection Siap Gelar Halal Expo Indonesia Bertema Halal Is Everything


Back to Top