Hadirkan Tiga Pembicara, BPI Islamic Fair 2019 Ajak Anak Muda Jadi Produktif dengan Karya

gomuslim.co.id – Badan Pengkajian Islam (BPI) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Indonesia menggelar BPI Islamic Fair 2019. Acara yang bertema Productive Muslim: Explore Your Talents With Islam ini berlangsung di Auditorium RIK, UI Depok, Sabtu, (07/12/2019).

Shafira Devi Puspita, Tim Humas acara BPI Islamic Fair ini mengatakan acara ini merupakan event tahunan yang dilakukan BPI FKG UI untuk mewadahi anak-anak muda, khususnya mahasiswa UI, dan umumnya bagi siapa saja untuk bias ikut kajian Islam secara gratis dan mendapatkan ilmu kajian Islam bersama.

“Alhamdulillah, acara gratis ini dihadiri sekitar 80 peserta dari mahasiswa dan umum dan banyak juga adik-adik sekolah menengah yang smenagat ikut kajian sampai akhir. Dengan acara ini semoga bisa menjadi lading amal kami juga, agar bisa bermanfaat bagi umat dengan kegiatan-kegiatan Islam yang dilakukan pleh BPI ini,” harap mahasiswi Kedokteran Gigi semester 3 ini.

Acara pertama BPI Islamic Fair 2019 diisi dengan Kajian Kemuslimahan Akbar bersama Public Figure, artis hijaber, Ratu Anandita. Pada pemaparannya, Ratu bercerita tentang awal mula dia berhijrah dan berhijab, yaitu dia diingatkan oleh anaknya sendiri, agar mau menutup aurat.

“Dalam perjalanan hijrah saya banyak merenung dan bertanya-tanya pada diris endiri ‘apa yang kurang dari hidup kita?, apa tujuan hidup kita?, dan sudah melakukan apa untuk bermanfaat bagi umat?’. Dari pertanyaan-pertanyaan itu, menjadi muhasabah diri kita agar bisa menjadi muslimah produktif dan kreatif di zaman ini,” jelas istri dari Mario Irwinsyah ini.

Selain itu, Ratu Anandita juga berbagi tips agar menjadi muslimah yang produktif, di antaranya dengan banyak belajar, mencari tempat belajar yang lingkungannya baik, dan aktif untuk menggali potensi diri.

Selanjutnya, ada Bedah Film Animasi bersama Sagita Ajeng Daniari, Corporate Strategy Nussa Rara yang berbagi pengalaman tentang suksesnya tim The Little Giatz, rumah produksi animasi Islami Nussa rara.

“Project Nussa Rara ini adalah niat dakwah kecil-kecilan tim konten kami untuk Indonesia. Karena sebenarnya, kami mulai resah bahwa belum ada produk animasi anak yang dikhususkan untuk pembentukan karaketr dan akhlak anak-anak muslim,” papar Ajeng.

Karena itu, lanjut Ajeng, timnya bersyukur awal mula kemunculan Nussa Rara mendapatkan respon yang begitu baik dengan 1 juta subscriber Youtube Nussa Rara setelah 30 hari penayangannya, sehingga sampai saat ini Nussa Rara banyak berkolaborasi dengan banyak pihak.

“Dan mohon doanya, Nussa rara akan masuk layar lebar Indonesia pada 2020,” katanya.

Terakhir, acara BPI Islamic Fair 2019 menghadirkan Tausiyah bertema “Menjadi Pemuda Baper (Bawa Perubahan)” bersama Ustadz Ahmad Ridwan.

Ustadz Ahamd Ridwan memaparkan cara berubah menjaid lebih baik kepada peserta yang hadir. “Di zaman seperti ini, kita harus pintar-pintar menempatkan diri. Jangan sampai kita terkenal di dunia maya, tapi gak punya akhlak baik kepada orangtua, saudara, teman, bahkan tetangga. Karena itu, hal yang paling utama dilakukan pemuda muslim saat ini adalah banyak belajar,” pungkas Ustadz Ahmad Ridwan.

Aacra BPI Islamic Fair 2019 diselingi dengan penampilan Tari Ratoh Jaroe dari para siswi SMAN 48 Jakarta dan penampilan Nasyid oleh J.A.V. (fau)


Back to Top