#TheHalalExpoIndonesia2019

HEISpeak: Milenial Muslim Diajak Penuhi Medsos dengan Konten Positif

gomuslim.co.id – Perkembangan era digital memberikan beragam kemudahan informasi bagi masyarakat. Namun demikian, ini juga sekaligus menjadi tantangan khususnya bagi generasi milenial muslim untuk menghadirkan konten-konten positif di media sosial.  

Demikian salah satu simpulan dari diskusi HEISpeak Halal Indonesia Expo (HEI), Ahad, (08/12/2019). Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber utama yaitu Ustadz Handy Bonny, Adittoro (Executive Producer Nussa Rara), dan Benazio atau yang dikenal Benakribo (Creative Content Creature).

Dalam pemaparannya, Ustadz Handy Bonny mengatakan bahwa era sekarang ada tontonan ada tuntunan. Salah satu tontonan yang kini sudah sekaligus menjadi tuntunan adalah Kartun Animasi Nussa Rara. Konten tersebut, menjadi contoh bagi generasi milenial, agar bisa membuat konten positif yang menuntun, bukan menuntut seseorang berubah menjadi baik.

“Kita gak bisa mencaci orang yang belum berubah (menjadi baik). Maka dari itu, jangan tuntut seseorang menjadi baik, tapi tuntunlah seseorang menjadi lebih baik. Penting banget tentang kita tidak menggurui, tapi bagaimana kita berusaha untuk membersamai perubahan mereka. Bahwa kita juga pernah di posisi itu,” ujarnya.

Menurut Ustadz Handy, agar berubah menjadi seseorang yang lebih baik, bisa mulai dengan empat hal yaitu niat, perencanaan, ide, dan kerjasama. Keempat hal ini penting sebagai upaya untuk berubah lebih baik.

“Dalam hidup, pasti kita ingin memberikan manfaat buat anak-anak, orang-orang di sekitar kita yang kita cintai. Ternyata hidup ini bukan tentang bagaimana kamu hidup enak sendirian, tapi bagaimana hidup ini nikmat bersama dengan kebersamaan yang luar biasa,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa manusia yang paling baik dan mulia adalah mereka yang diberikan potensi, harta, ide, kecerdasan oleh Allah dan semua yang dimiliki lalu dipakai untuk senantiasa beribadah dan berbakti kepada Allah. Dan mereka yang paling hina, buruk adalah mereka yang diberikan potensi tapi dipakai untuk mengkhianati Allah, berbuat maksiat dan lainnya.

 

Baca juga:

dr. Zaidul Akbar Kampanyekan Hidup Sehat Ala Rasulullah di HEI 2019

 

Pada kesempatan yang sama, Adittoro menyampaikan alasannya terlibat aktif dalam dunia animasi untuk dakwah. Menurutnya, animasi adalah bahasa universal yang bisa diterima oleh seluruh usia maupun ras.

“Animasi itu kan dunia khayal. Nah, pentingnya dunia khayal ini kita jadikan sebagai inspirasi untuk anak-anak. Kalau khayalnya positif, itu orang bisa menerima. Oh iya ini bagus ya. Tapi coba kalau khayalnya negatif, akan berpengaruh buruk juga nantinya,” katanya.  

Pria bernama asli Aditya Triantoro ini menyebut bahwa semua orang sebenaranya punya potensi untuk bisa berbagi. Karena itu, ia meminta kalangan muda muslim untuk tidak hanya menjadi penonton, tapi menjadi bagian dari perubahan di masyarakat.

“Konten itu seperti gunung yang belum terjamah. Masih banyak sekali yang bisa dieksplore apalagi konten kebaikan. Kita jadikan konten kurang baik sekarang kita jadikan konten yang baik. Karena banyak banget konten yang bisa kita kerjain bareng-bareng untuk gerakan konten positif. Kita hadirkan tontonan yang bisa menjadi tuntunan,” ajaknya.

Ia pun mengutip sebuah pepatah yang mengatakan bahwa hidup ini jangan hanya bercita-cita untuk menghasilkan uang. Tapi bercita-citalah untuk membuat perubahan.

“Kalau kita nerima gaji, sebulan pasti udah habis. Tapi kalau perubahan, dampaknya Insya Allah panjang dan bisa jadi amal jariyah buat kita,” tuturnya.

Adi tidak melarang untuk mencari nafkah. Namun, menurutnya akan lebih baik jika mencari nafkah itu memberikan dampak perubahan yang lebih bagus. “Tidak usah besar-besar dulu, mulailah perubahan dari yang kecil, seperti lingkungan keluarga, pekerjaan, sekolah. Insya Allah anda pun akan merasa enak, nyaman dan lebih baik,” tandasnya. (jms)

 

 

Baca juga:

Eks ‘Rocket Rokers’: Perkara Halal Bukan Hanya Makanan Tapi juga Pikiran


Back to Top