Pemerintah Beijing Tegas Lindungi Kebutuhan Keagamaan Umat Islam

gomuslim.co.id – Pemerintah Beijing menegaskan melindungi kebutuhan keagamaan yang berada di negaranya. Bahkan, Pemerintah Beijing melakukan upaya besar untuk memperbaiki kondisi tempat keagamaan pada warganya.

Dilansir Kantor Berita Pakistan pada Selasa, (10/12/2019), Wakil Ketua Pemerintah Daerah Otonomi Xinjiang, Erkin Tuniyaz mengatakan, Pemerintah daerah otonomi Beijing membantah laporan tentang pembatasan terhadap kebebasan umat beragama Islam.

"Klaim-klaim ini benar-benar membingungkan yang benar dengan yang salah, karena menghormati dan melindungi kebebasan berkeyakinan adalah kebijakan dasar negara China," kata Tuniyaz dalam keterangan tertulisnya.

Hal ini kemudian dipertegas oleh Ketua Daerah Otonomi Xinjiang Uygur, Shohrat Zakir. Ia mengatakan, pemerintah Beijing melindungi kegiatan keagamaan normal dari para penganutnya dan melakukan upaya besar untuk memperbaiki kondisi tempat keagamaan mereka.

 

Baca juga:

Pemerintah Tiongkok Siapkan Beasiswa untuk Santri Indonesia

 

"Kami melindungi kegiatan dan kebutuhan keagamaan normal penganutnya, dan melakukan upaya untuk memperbaiki kondisi tempat keagamaan dan kegiatan mereka," kata Zakir, yang bersama empat pejabat lokal Xinjiang lainnya di Beijing.

Ia mengatakan masjid-masjid di Xinjiang telah dilengkapi dengan kebutuhan dasar, seperti air yang mengalir, listrik, gas alam, dan fasilitas baru seperti layar LED, AC, fasilitas air minum, penutup sepatu, dan dispenser otomatis.

Selain itu, menurutnya, para ulama menerima tunjangan bulanan sebesar 1.000 hingga 5.000 yuan. Di samping itu, mereka juga memiliki perlindungan asuransi kesehatan, asuransi hari tua, asuransi penyakit serius, dan asuransi kecelakaan.

Untuk diketahui, di Xinjiang, ada lebih dari 24 ribu masjid. Rata-rata sebuah masjid digunakan untuk setiap 530 Muslim. Terkait upaya memerangi dan mencegah terorisme, ia mengatakan bahwa hal itu dilakukan karena pasukan separatis, teroris dan ekstremis melancarkan ribuan serangan teroris di Xinjiang dari 1990 hingga akhir 2016.

Ia menambahkan selama tiga tahun terakhir tidak ada serangan teroris yang kejam yang terjadi di Xinjiang. Ia juga memberikan statistik tentang kemajuan yang ditandai dalam perekonomian dengan bantuan dukungan keuangan dari pemerintah pusat serta reformasi di sana. Zakir juga menyebut tentang terciptanya peluang kerja, pendidikan dan fasilitas kesehatan kepada masyarakat setempat di Xinjiang. (hmz/pakistannews)

 

 

Baca juga:

Kemenag Kirim 10 Santri ke Tiongkok Ikuti Program Santri untuk Perdamaian Dunia


Back to Top