Mahasiswa IPB Ini Cetuskan Aplikasi Amal untuk Pembangunan Masjid

gomuslim.co.id - Dua mahasiswa IPB mencetuskan aplikasi Emaal. Di mana aplikasi ini sebagai penggalangan dana khusus untuk pembangunan masjid atau musholah yang ada di Indonesia. Idenya itu terinspirasi dari aksi masyarakat yang kerap meminta uang di jalan untuk menutupi biaya pembangunan masjid di daerahnya.

Mahasiswa IPB itu di antaranya yaitu Atfi Indriany Putri dan Fadillatul Hasanah (Program Studi Silvikultur, Fakultas Kehutanan), serta Kresna Bhayu Adelta (Program Studi Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan).

Fadillatul  mengungkapkan aksi meminta uang dijalanan itu tak jarang menimbulkan masalah kemacetan karena pengendara harus memperlambat laju kendaraannya ketika hendak memberikan uang kepada yang meminta sedekah sehingga membuat kendaraan di belakangnya ikut memperlambat laju kendaraan.

“Selain membuat macet, tidak jarang juga aksi ini menimbulkan kecelakaan yang disebabkan karena yang meminta sedekah kurang hati-hati saat mengambil uang dari pengendara yang lewat,” terangnya.

Menurutnya, permasalahan di atas dapat diatasi dengan menggunakan crowdfunding yang digunakan untuk melakukan penggalangan dana dari masyarakat secara luas untuk membiayai proyek tertentu. Penggalangan dana yang dilakukan melalui situs ini sudah banyak dilakukan, namun selama ini hanya terbatas pada penggalangan dana untuk korban bencana maupun penderita sakit yang cukup serius. Hal ini karena situs crownfunding yang ada belum spesifik pada satu tujuan.

 

Baca juga:

Masjidpedia, Solusi Digital Makmurkan Masjid di Indonesia

 

“EMaal merupakan suatu aplikasi penggalangan dana khusus yang diharapkan dapat memudahkan atau memungkinkan pihak donatur dengan penerima donasi dapat bekerja sama untuk mendukung pembangunan masjid atau mushola di suatu daerah yang sulit dijangkau. Pada aplikasi ini kami menginovasikan hal baru dimana masjid atau mushola yang membutuhkan bantuan dana dapat memasang iklan di aplikasi EMaal, hal ini agar memudahkan pihak donatur yang ingin memberi bantuan agar dapat langsung menunjukkan kepada pihak mana bantuan akan diberikan,” ujar Kreshna.

Ia mengungkapkan, manfaat aplikasi ini tidak hanya untuk pihak donator dan penerima namun juga dapat bermanfaat untuk  pemerintah dan masyarakat umum. Pemerintah dapat memperoleh pajak dari pembuatan aplikasi dan masyarakat umum dapat memperoleh lapangan pekerjaan baru dengan menjadi karyawan di EMaal.

Atfi menambahkan bahwa perbedaan aplikasi EMaal dengan aplikasi yang lain yakni pada aplikasi ini sudah digunakan secara spesifik untuk pembangunan masjid dan mushola. Sudah dilengkapi fitur tracking, fitur chat dan update harian mengenai jumlah saldo yang telah terkumpul.

Melalui gagasannya tersebut, Atfi bersama dengan rekan-rekannya meraih juara 2 dalam ajang Creative Generation Youthneurship in Industry Revolution 4.0 Era oleh UKM-F (Unit Kegiatan Mahasiswa) Universitas Lampung.   “Alhamdulillah bersyukur, tidak nyangka bakal menang. Kami harap aplikasi ini dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata,” ungkap Atfi sebagai Ketua Tim. (hmz/rilis)

 

Baca juga:

Hubungkan Jemaah dengan Masjid, Wapres Harapkan Ada Aplikasi Masjid Mirip Ojek Online


Back to Top