Forum MeMinds Jadikan Indonesia Studi Kasus Perbankan dan Keuangan Islam

gomuslim.co.id – Konferensi Internasional Meeting of Minds Forum 2019 (MeMinds) akan menjadikan Indonesia sebagai studi kasus terkait perbankan dan keuangan Islam. Hal ini disampaikan Ketua Bersama MeMinds Forum 2019 Salina Nordin.

Menurutnya, Bank Dunia menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dengan Produk Domestik Bruto (PDB) Paritas Daya Beli (Purchasing Power Parity/PPP) nomor 10 terbesar di dunia.

“Meeting of Minds Forum 2019 akan menjadikan Indonesia sebagai studi kasus, khususnya terkait perbankan dan keuangan Islam. Indonesia adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara yang memiliki 268 juta jiwa penduduk yang mayoritas muslim,” jelas Salina.

Ia menjelaskan, masyarakat internasional mengapresiasi langkah-langkah konkret yang dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo – Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dalam mengurangi kemiskinan melalui program jaring pengaman sosial.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, Indonesia mengalami titik terendah dalam hal persentase kemiskinan sejak tahun 1999, yakni sebesar 9,82% pada Maret 2018.

“Bank Dunia mengharapkan perlunya meningkatkan investasi yang promasyarakat miskin, terutama di bidang pembangunan kualitas sumber daya manusia, mempromosikan pertumbuhan inklusif,” tutur Salina.

Ia menilai, lembaga dan instrumen keuangan Islam harus berakar pada redistribusi dan filantropi, yang melibatkan unsur-unsur Qard al Hasan, Zakat, dan sedekah.

“Saya yakin, pola seperti ini akan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat miskin dan menciptakan jaring pengaman sosial. Instrumen wakaf sangat ideal untuk menciptakan dan melestarikan aset di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial,” katanya.

Selain itu, MeMinds Forum 2019 akan menyatukan ide-ide dan keahlian para pelaku usaha dan akademisi di tingkat ASEAN, Timur Tengah, Afrika Utara dan Asia Tengah untuk menemukan solusi terbaik di bidang ekonomi, sosial-budaya, politik, dan ilmiah dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang ditetapkan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Tujuan yang dicanangkan PBB bersama negara-negara lintas pemerintahan, dituangkan dalam Resolusi PBB yang diterbitkan pada 21 Oktober 2015 sebagai upaya pembangunan bersama hingga tahun 2030. Tujuan ini merupakan kelanjutan atau pengganti dari Tujuan Pembangunan (Milenium Millennium Development Goals/MDGs)

 

Baca juga:

Forum Ekonomi Islam Italia Bahas Perkembangan Ekonomi Kreatif di Pasar Global

 

Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro menyatakan, saat ini semakin banyak anak muda yang terjun ke dunia social entreprenuership, yaitu bidang usaha yang membantu kehidupan masyarakat.

Ia menyatakan, kaum muda yang memiliki usaha harus dibarengi dengan corporate social responsibility (CSR). Contohnya, mendaur ulang sampah plastik menjadi energi dan mendaur ulang plastik menjadi produk lain selain ramah lingkungan, CSR ini juga membantu masyarakat mendapat penghasilan dari hasil daur ulang.

"Ketika Anda semua menjadi pengusaha dan menjadi investor, doronglah investasinya untuk membuka lapangan kerja," kata Bambang.

Menurutnya, dalam dunia entrepreneurship ada dua jenis entrepreneur, yaitu business entrepreneur dan social entrepreneur. Ia mempersilakan anak muda memilih yang cocok bagi pribadinya masing-masing. “Kalau mau jadi bussiness entrepreneur, silakan. Asal bisnisnya tidak merusak lingkungan,” katanya.

Konferensi MeMinds Forum 2019 sendiri menghadirkan banyak pembicara seperti CEO Grup Dubai Islamic Bank, Dubai Dr Adnan Chilwan, Ketua Dewan Wakaf Indonesia yang juga mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, Mantan Penasihat Senior Bank Dunia dan Pendiri Bersama The Billion Dollar Fund for Woman, Amerika Serikat Nadereh Chamlou.

Lalu, Ketua Komisi Pengembangan Lahan Kering Internasional (IDDC) dan Mantan Menteri Pertanian dan Reklamasi Lahan, Mesir Prof Adel El Beltagy, serta Penasihat Sains Senior Hukum OFW yang juga mantan Presiden Asosiasi Amerika untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan (AAAS) dan Peraih Medali Sains Nasional 2006, AS Nina Fedoroff.

Pembicara lainnya, Amr Ezzat Salama (mantan Menteri Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Ilmiah Mesir, dan Sekretaris Jenderal Asosiasi Universitas Arab, Yordania), Ahmed M. Darwish (mantan Menteri Negara untuk Pengembangan Administrasi dan Mantan Ketua Pertama Otoritas Umum Zona Ekonomi Terusan Suez, Mesir), Abdulkader Alfantookh (Kepala Strategi Staf Grup Riset dan Pemasaran Saudi dan Anggota Komite Perdagangan Internasional (CIT) untuk Grup Arab Saudi, Arab Saudi).

Anggito Abimanyu (Kepala Badan Eksekutif Manajemen Keuangan Haji Indonesia (BPKH), Diah Saminarsih (Penasihat Senior untuk Jender & Pemuda Organisasi Kesehatan Dunia Jenewa), Alexander Böhmer (Kepala Divisi Asia Tenggara, Sekretariat Hubungan Global, OECD), dan Dato’ Dr Mohd Azmi Omar (Presiden & CEO Pusat Internasional untuk Pendidikan Keuangan Islam (INCEIF), Malaysia). (jms/rls)

 

Baca juga:

Bukalapak Temui Wapres untuk Bersinergi Memajukan Ekonomi Syariah Indonesia


Back to Top