Komunitas Wisata Panti Ajak Komunitas Peduli Anak Inklusi dan Yayasan Domyadhu Belajar Membatik

gomuslim.co.id -  Komunitas Wisata Panti bersama Komunitas Peduli Anak Inklusi mengajak Yayasan Dompet Yatim dan Dhuafa (Dhomyadhu) Pejaten untuk mencintai warisan budaya nusantara dengan belajar membatik di Rumah Batik Palbatu di Jalan Palbatu 4, Tebet Jakarta Sekatan pada Sabtu, (14/12/2019).

Ketua Komunitas Wisata Panti, Danu Setyo Nugroho mengatakan mengajak Komunitas Inklusi untuk mengajarkan kepada anak inklusi tentang berbagi kepada Yatim.

“Yang seperti kita ketahui, Inklusi itu adalah down syndrome pada anak. Nah kita mengajak anak inklusi ini untuk mengajarkan kepada mereka tentang pentingnya menyantuni anak yatim, tentang berbagi kepada anak yatim seperti yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW. Selain itu juga kita ingin mengajarkan kepada mereka baik anak inklusi atau anak domyadhu bagaimana cara membatik,” ungkap Danu kepada gomuslim.

Menurutnya, edukasi membatik ini merupakan pengembangan bakat pada anak, sekaligus memancing keluarnya kreatifitas anak yang memiliki passion dibidang menggambar. Katanya, ini juga merupakan awal dan modal besar masa depan anak untuk menjadi seorang Enterpreneur.

“Tugas kita mengajak mereka untuk memacu kreatifitas mereka untuk menggambar yang kemudian diolah dalam membatik. Ini juga bisa menjadi awal minat bakat mereka untuk menjadi seorang Enterpreneur. Saya rasa Rumah Batik Palbatu ini juga welcome ya dalam pemberdayaan Umat,” kata Danu.

 

Baca juga:

Komunitas Wisata Panti Ajak Anak Panti Domyadhu Berwisata Outbound ke GodongIjo

 

Sementara itu, Budi Dwi Hariyanto selaku Founder Rumah Batik Palbatu mengatakan Batik bukan hanya bicara tentang kain akan tetapi batik juga dapat mengatasi dari sisi ekonomi. Katanya dengan karya yang dimiliki, kemudian di salurkan melalui batik, akan menjadi suatu mahakarya yang fantastis yang kemudian akan memiliki harga yang besar.

“Dengan karya kita bisa mandiri, dengan karya bisa menunjukan bahwa kita bukan orang yang tidak mampu tapi dengan karya kita bisa tunjukan jatidiri kita, dengan karya kita bisa punya karakter, dan karakter itulah membuat kita bisa bertahan yang kemudian Mahakaryalah yang akan ternilai sangat mahal dimata dunia,” terang Hari sapaan Akrabnya.

Ia mengungkapkan, di era digital saat ini membuat anak-anak lupa akan budaya nusantara. Katanya, bersama komunitas wisata panti, anak-anak akan mengenal apa itu budaya membantik. Ia mengaku akan terus mensupport kegiatan Komunitas Wisata Panti dalam pemberdayaan anak-anak yatim.

“Kegiatan Wisata Panti ini sangat positif. Menurut saya dana umat untuk anak panti ini penyalurannya sangat tepat. Dengan membuat anak membangkitkan kreatifitas inilah, akan terus digunakan hingga dewasanya kelak yang nanti akan berguna juga untuk masa depan anak-anak panti. Semoga Allah memberikan keberkahan. Aamiin,” harap Hari dengan bangga.

Kemudian, Komunitas Wisata Panti mentargetkan pada 2020 mendatang akan membawa anak-anak panti dari berbagai Yayasan di tanah air, untuk dapat berwisata ke luar negeri. Ia berharap pemerintah dapat mensupport kegiatan Komunitas Wisata Panti dalam memberdayakan Anak-anak Yatim maupun Dhuafa.

“Saya berharap Komunitas Kami dapat perhatian dari Pemerintah RI dan dapat mensupport kegiatan kami. Selain itu, kami juga berharap pada program ke depannya, pemerintah dapat mempermudah birokrasi jika kami membutuhkan kepengurusan berkas,” harap Danu kepada Pemerintah RI. (hmz/gomuslim)

 

 

Baca juga:

Komunitas Wisata Panti Ajak Anak-anak Rumah Yatim Belajar Masak Halal Chicken di Ayam Garasi


Back to Top