Turis Muslim Hadapi Tantangan Temukan Makanan Halal di Korea Selatan

gomuslim.co.id – Wisatawan Muslim menghadapi tantangan terkait makanan halal di Korea Selatan. Salah satunya seperti yang diceritakan turis asal Indonesia, Rati dan dua teman Muslimnya. Mereka mengaku hampir kelaparan karena gagal menemukan makanan bersertifikat halal saat pergi jalan-jalan sore di sekitar taman kota Busan.

“Ada makanan halal India, tetapi kami ingin makanan Korea halal,” keluh teman Rati, Meri (30) seperti dilansir dari publikasi Channel News Asia (CNA), Selasa (17/12/2019).

Akhirnya, mereka punya solusi, yaitu makan makanan laut terkenal di kota pelabuhan, yang dianggap ‘aman untuk dimakan’. Mereka merasa lebih sulit untuk bepergian di kota Busan, dibandingkan dengan di Seoul.

"Di Seoul, semua makanan halal ada di wilayah yang sama yaitu di Itaewon sehingga kita bisa pergi ke sana," kata Meri.

Wan Rusnee Wangsoh juga menghadapi kesulitan di Seoul karena dia tidak dapat menemukan makanan ramah Muslim di daerah wisata seperti Hongdae. Tantangan-tantangan seperti itulah yang kini dihadapi oleh turis-turis Muslim di Korea Selatan.

 

Baca juga:

Shin The Korean Grill Resto Kuliner Halal Korea Resmi Hadir di Indonesia

 

Menurut situs web Organisasi Pariwisata Korea (KTO), wisatawan Muslim dari Asia dan Oseania adalah ‘area fokus’.

Imam Federasi Muslim Korea (KMF) di Seoul, Abdul Rahman Lee mengatakan bahwa masih banyak tantangan bagi wisatawan Muslim untuk mendapatkan makanan halal. Meskipun saat ini sudah banyak perubahan dalam empat tahun terakhir untuk membuat Seoul lebih ramah Muslim.

Namun, beberapa Muslim percaya bahwa restoran di Seoul menjadi lebih sadar akan Muslim. "Beberapa restoran menyajikan daging halal meskipun mereka tidak bersertifikat halal," kata Lailatul Husna, seorang warga Malaysia yang belajar di Korea.

Menurut Federasi Muslim Korea (KMF) yang didirikan pada tahun 1967, ada sekitar 120.000 hingga 130.000 Muslim yang tinggal di Korea Selatan, baik penduduk asli maupun orang asing. Mayoritas penduduk Korea Selatan terdiri dari pekerja migran dari Pakistan dan Bangladesh. Jumlah Muslim asli Korea diperkirakan ada sekitar 45.000.

Halal sendiri istilah bagi umat Islam yang berarti ‘diizinkan’. Istilah ini biasanya digunakan untuk daging, tetapi juga berlaku untuk produk makanan lain, kosmetik, produk perawatan pribadi, dan obat-obatan yang tidak boleh berasal dari sumber non-halal seperti babi.

Halal juga berlaku untuk bahan-bahan lain yang dikonsumsi dan dimakan yang tidak boleh membahayakan kesehatan manusia. Misalnya, Islam menganggap anggur, minuman beralkohol, rokok, E-cigs, hookah, dan hal-hal tidak sehat lainnya sebagai halal. (jms/cna/aboutislam)

 

 

Baca juga:

Pemerintah Korea Selatan Mulai Serius Tangani Sertifikasi Produk Halal


Back to Top