ACT Respon Tanggap Darurat Banjir di Jabodetabek

gomuslim.co.id – Merespons besarnya dampak banjir di Jabodetabek, Aksi Cepat Tanggap melakukan penanganan di fase tanggap darurat. Presiden ACT Ibnu Khajar menyampaikan, penanganan fase tanggap darurat tersebut antara lain evakuasi, pemberian layanan medis, pendirian posko kemanusiaan dan dapur umum, hingga pendistribusian logistik.

Ia mengatakan, ACT telah menurunkan 5 regu penyelamat ke wilayah-wilayah terdampak banjir.

“Untuk penanganan banjir besar di Jabodetabek, kami menerapkan total disaster management, mulai dari fase tanggap darurat hingga pemulihan. Di fase tanggap darurat ini, tim kami sudah siaga sejak Selasa kemarin dan tersebar di titik-titik yang terdampak banjir paling parah. Evakuasi warga kami utamakan, simultan dengan pendistribusian bantuan melalui armada-armada kemanusiaan kami,” terang Ibnu Khajar pada Konfrensi Pers yang di Gelar di kantor ACT Menara 165, TB Simatupang, Kamis sore (2/1/2020).

Katanya, di fase tanggap darurat, Aksi Cepat Tanggap melakukan beberapa proses penyelamatan seperti, evakuasi warga yang terjebak banjir di rumahnya. Bahkan, saat ini evakuasi warga terus berlangsung di titik-titik yang terdampak parah, seperti Pondok Gede Permai (Kota Bekasi), Ciledug (Kota Tangerang), Bidara Cina (Jakarta Timur), dan lainnya.

Ia mengungkapkan, Ambulans Pre-Hospital juga mengiringi proses evakuasi korban banjir di Jabodetabek. Kamis (2/1), armada yang dilengkapi peralatan medis untuk pertolongan pertama bagi pasien ini mengevakuasi lansia di wilayah Pondok Gede Permai, Bekasi. Lansia tersebut mengalami luka saat berusaha menyelamatkan diri dari banjir. Selain evakuasi dan layanan medis, ACT turut mendirikan puluhan posko kemanusiaan di Jabodetabek.

 

Baca juga:

Ketua Komisi Dakwah MUI: Hujan Adalah Rahmat, Kalau Jadi Bencana Umat Harus Introspeksi Diri

 

“Kami sedang proses pendirian puluhan Induk Posko Wilayah dan Daerah di Jabodetabek. Saat ini sudah ada yang telah aktif dan melayani warga terdampak banjir. Misalnya saja ada di Ciputat, Pondok Gede, Petamburan, dan lainnya,” katanya.

Sementara itu, Direktur Program ACT, Wahyu Novyan menyatakan, selama sepekan ke depan, ACT akan mendirikan 14 Induk Posko Wilayah yang masing-masing membawahi 3 Induk Posko Daerah. Posko-posko tersebut di antaranya 5 posko di Jakarta, 3 posko di Tangerang, 2 posko di Bekasi, 2 posko di Bogor, 1 posko di Depok, dan 1 posko di Karawang. Sehingga, ACT mendirikan 56 posko sepekan ke depan.

Ia mengaku, dapur umum juga tengah didirikan untuk menyediakan makanan siap santap bagi korban banjir, baik yang bertahan di rumah mereka maupun yang mengungsi. Simultan dengan itu, ACT mendistribusikan air bersih dan logistik seperti selimut dan pakaian untuk warga terdampak banjir.

“Armada kemanusiaan juga akan diturunkan untuk mendistribusikan bantuan ke posko pengungsian seperti Humanity Food Truck, Humanity Water Truck, dan Ambulance Pre-Hospital. Air Minum Wakaf dari Global Wakaf juga akan didistribusikan bagi warga Jakarta yang terdampak banjir,” tutup Wahyu.

Seperti yang diketahui, hujan mengguyur DKI Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi lebih dari 12 jam sejak Selasa (31/12/2019) sore. Curah hujan ini diperkirakan akan mencapai puncaknya pada pertengahan Januari hingga Maret 2020. Tingginya intensitas pada awal tahun 2020 berdampak pada banjir yang merendam sebagian besar wilayah Jabodetabek. Menurut data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), per 1 Januari 2020, lebih dari 31 ribu orang mengungsi dari rumahnya dan 16 orang meninggal. (hmz)

 

Baca juga:

DMI Persilahkan Masjid Jadi Tempat Berlindung Korban Bencana Banjir


Back to Top