Kepala Kantor BI Aceh: Masjid Punya Dua Peran Strategis Edukasi Ekonomi Syariah

gomuslim.co.idSebagai tindak lanjut dari 'Deklarasi Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid dan Dayah', Bank Indonesia Provinsi Aceh menggelar diskusi pengembangan ekonomi masjid, Jumat (10/1/2020). Acara ini bertujuan untuk mendorong peran masjid sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan ekonomi umat berbasis syariah.

Kepala Kantor Perwakilan BI Aceh, Zainal Arifin Lubis menyampaikan, pihaknya melihat masjid memiliki potensi dan peran strategis untuk mendukung peningkatan dan akselerasi ekonomi dan keuangan syariah, terutama di Aceh. Menurutnya, setidaknya ada dua peran strategis masjid yaitu sebagai tempat dakwah atau edukasi dan praktik ekonomi riil.

 

Baca juga:

MUI Dorong Pemerintah Tingkatkan Peran dan Kontribusi Ekonomi Syariah

 

"Untuk memperkuat peran dakwah, kami bekerja sama dengan para akademisi telah menyusun buku khutbah ekonomi dan keuangan syariah. Buku itu diharapkan dapat menjadi salah satu literatur yang dapat dimanfaatkan oleh para ustaz dan mubalig untuk mengedukasi jamaah masjid dan masyarakat terkait konsep dan praktik ekonomi syariah," sebutnya.

Melalui modul tersebut diharapkan  ekonomi dan keuangan syariah dapat menjadi topik yang disampaikan melalui khutbah Jumat dan forum-forum pengajian, sehingga terjadi peningkatan pemahaman dan wawasan yang lebih komprehensif.

Sementara untuk memperkuat praktik ekonomi riil, sambung Zainal, pihaknya telah membangun Baitul Mal wat Tamwil (Baitul Qiradh) dan memperkuat hotel di Masjid Al Makmur (Masjid Oman) sebagai salah satu unit usaha. "Ke depan, kami akan mengembangkan unit usaha lainnya dan memperkuat kapabilitas manajemen usaha masjid. Hal ini sejalan dengan konsep pengembangan ekonomi masjid yang telah disusun pada tahun 2019," tambah Zainal.

 

Baca juga:

Terima Kunjungan Delegasi UMI, Wapres Ajak Kampus Kembangkan Ekonomi Syariah

 

Wali Kota Banda Aceh sekaligus Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh, Aminullah Usman yang juga hadir dalam forum tersebut menyampaikan, masjid perlu membangun kepercayaan yang kuat di masyarakat, dan untuk membangun itu maka para pengurus harus menjaga transparansi dan akuntabilitas. Terlebih peran masjid saat ini tidak hanya mengumpulkan uang dari para donatur untuk kepentingan infak dan sedekah, tetapi juga mulai didorong untuk memproduktifkan uang yang terkumpul.

Selain itu, menurut Aminullah, masjid juga harus menjaga kebersihan dan memperkuat daya tarik dengan berbagai kegiatan untuk menarik dan meningkatkan jumlah jamaah. Terlebih, jumlah wisatawan di Banda Aceh semakin meningkat. Pada tahun 2019, tercatat adanya kenaikan jumlah wisatawan asing sebesar 250.000 orang. (Mr/tribun)


Back to Top