Makanan Asal Taiwan di Indonesia Resmi Terima Sertifikasi Halal MUI

gomuslim.co.id – Taiwan terus mengembangkan wisata halal, salah satunya adalah terkait makanan halal. Makanan ringan asal Taiwan yang hadir untuk pertama kalinya di Indonesia adalah Shihlin. Saat ini, Shihlin telah memiliki 135 gerai yang tersebar tidak hanya di pulau Jawa, tetapi juga di Bali, Sumatera, dan Kalimantan.

Direktur Utama Shihlin Taiwan Street Snacks Janes Sudarto mengatakan, di tahun 2019 kemarin, gerai Shihlin resmi mendapat sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Katanya, untuk penjaminan halal, langsung dilakukan oleh tim MUI ke 135 gerai Shihlin. Prosesnya melalui tiga tahapan di mana hasilnya mendapatkan skor A.

"Dengan diraihnya sertifikasi halal MUI, konsumen mendapat kepastian bahwa produk Shihlin telah teruji kualitasnya dan dijamin kehalalannya sehingga memberikan rasa aman dan nyaman saat mengonsumsi produk yang disajikan," ujar Janes Sudarto dalam konferensi pers Shihlin, di kawasan Thamrin, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Sementara itu, Direktur LPPOM Majelis Ulama Indonesia, dr. Lukmanul Hakim, M.Si mengungkapkan,, kategori good food itu harus memenuhi standar halal yang berarti tidak ada bahan dan pengolahan yang haram. Juga bahan makanan yang hanya diduga halal, tidak boleh ada di dalam campuran sajiannya.

 

Baca juga:

Ini Tahap Keseriusan Taiwan Garap Wisata Ramah Muslim

 

"Selain pemenuhan bahan baku dan cara mengolah sudah terjamin halal, juga terhindar dari kontaminasi barang yang nonhalal. Bahannya bebas dari yang haram dan proses produksi bebas pencemaran," terangnya.

Ia menekankan bahwa keseluruhan bahan dan proses pengolahan makanan tersebut harus 100 persen halal untuk menjaga syariat Islam. Terlebih, di restoran maupun outlet yang sudah dicantumkan logo halal, tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi sajian yang haram meski bukan berasal dari restoran.

"Konsepnya restoran, ada logo halal. Misal, tidak boleh ada bir. Maka di ruangan itu steril hanya dikosumsi barang-barang halal. Mau itu dibawa dari luar, itu kewenangan restoran tapi prinsip bagi kami, kami memantau makanan yang dibuka di situ harus halal," pungkasnya. (hmz/viva/dbs)

 

Baca juga:

Unik, Minum Teh Jadi Promo Wisata Baru dari Taiwan untuk Turis Muslim


Back to Top